Kelompok Tribina merupakan kelompok masyarakat yang terdiri atas tiga binaan yaitu kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL). Ketiga kelompok tersebut adalah salah satu program yang dibentuk oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Setiap kelompok BKB, BKR, dan BKL memiliki masing-masing lima kader yang bertanggung jawab memberikan pembinaan kepada keluarga yang memiliki balita, remaja, dan lansia. Berdasarkan data yang diperolah sebelumnya bahwa terdapat 53 masyarakat binaan yang bergabung di Taman Assamaturu Panrita Kab. Takalar. Melihat dari permasalahan mitra dan analisis situasi maka pendekatan yang pas untuk ditawarkan TIM PKM untuk direalisasikan adalah program pemberdayaan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Tahap Persiapan; 2) Tahap Assesment; 3) Tahap Perencanaan Alternatif Kegiatan; 4) Tahap Formulasi, Rencana Aksi; 5) Tahap Pelaksanaan KegiataN; 6) Tahap Evaluasi; serta 7) Tahap Terminasi. Metode pelaksanaan program PKM yang akan dilakukan adalah metode pendekatan partisipatori, yaitu metode pelaksanaan yang betul-betul TIM PKM dan MITRA secara aktif melaksanakan proses PKM yang dimulai dari Perencanaan dan diakhiri dengan pelaporan pelaksanaan kegiatan PKM. Pembinaan yang dilakukan oleh kader Tribina hanya berfokus kepada memberikan wawasan kepada masyarakat terkait dengan pembinaan keluarga yang mengedepankan peran serta kepedulian anggota keluarga guna mencapai kesejahteraan di dalam keluarga. Kegiatan PKM dilakukan di taman Assamaturu Panrita karena memiliki kelompok Tribina yang masih aktif setiap bulannya. Selain itu, masyarakat kelompok binaan tersebut merupakan keluarga yang notabenenya adalah petani dan pedagang. Pelatihan ini bertujuan agar masyarakat binaan memiliki kemampuan dalam menggunakan bahasa entrepreneurship yang mengandung nilai persuasif agar dapat menarik minat konsumen. Selain itu, masyarakat binaan dapat mengimplementasikan teknik berdagang secara online dengan menggunakan bahasa-bahasa entrepreneur yang mengandung nilai persuasif sehingga keluarga binaan dapat mencapai kesejahteraan di dalam keluarga. Setelah tahap pelaksanaan dilakukan peserta memahami tentang penggunaan aplikasi bahasa interpreneus sebagai media alternatif perdagangan daring di masa pandemi Covid-19. Peserta sudah dapat membuat akun bahasa interpreneus dan menggunakan beberapa fitur di dalam bahasa interpreneus. Peserta mempunyai ruang dagang online dalam setiap aplikasi dagang online. Peserta juga dapat mendemonstrasikan dengan baik cara menggunakan bahasa interpreneus.
Copyrights © 2022