Pengetahuan tentang antibiotik dan resistensi pada masyarakat masih rendah. Hal ini menjadi sebuah dinding yan menyebabkan gagal terapi untuk penyakit infeksi bakteri di komunitas. Pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat dan sekaligus mengukur pengetahuan masyarakat tentang antibiotic dan resistensi. Kegiatan ini dilakukan di pasar Sawah dan pasar Karuwisi di kota makassar. Pengabdian dilakukan dengan metode observational secara random untuk mewawancarai responden. Hasil menunjukkan bahwa dari 30 responden yang diambil secara acak pada pasar tradisional lebih dari 80% tidak mengenal atau mengetahui resistensi dan pengetahuan tentang antibiotic juga masih kurang. Dari pengabdian ini menunjukkan bahwa pengetahuan antibiotik sangat kurang, bahkan kecenderungan untuk menggunakan antibiotik secara bebas sangatlah tinggi. Resiko resistensi juga tidak disadari oleh masyarakat sehingga sangat memungkinkan terjadinya AMR di masyarakat.
Copyrights © 2022