Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pembangunan dalam pengelolaan wisata cagar budaya Keradjaan Koeboe saat ini yang dilakukan oleh DISPORAPAR dan pihak Keradjaan Koeboe sendiri. Metode penelitian adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara kepada staff bidang ekonomi kreatif DISPORAPAR Kubu Raya, staff bidang pariwisata DISPORAPAR Kubu Raya, Raja Keradjaan Koeboe beserta keluarga kerajaan, dan investor PT. MAR Kecamatan Teluk Pakedai dan donatur yang merupakan sahabat raja, serta masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan wisata cagar budaya Keradjaan Koeboe belum optimal dan dapat dilihat dari indikator pengelolaan objek dan daya tarik wisata budaya yaitu : (1) pembangunan objek, perehapan istana asli masih belum terlaksana, dan penambahan bangunan istana belum ada, sarana dan prasarana belum memadai karena Keradjaan Koeboe tidak ada penginapan pribadi, serta steher yang merupakan tempat persinggahan alat angkutan air sudah rusak dan rapuh, (2) pengelolaan objek, lingkungan sekitar istana yang merupakan tanah kosong yang tidak memiliki taman maupun bangunan pelengkap, kurangnya pelestarian dan perawatan bangunan Keradjaan Koeboe oleh pihak DISPORAPAR Kubu Raya karena belum adanya pendanaan untuk perawatan, dan perawatan benda pusaka milik Keradjaan Koeboe di rawat oleh Raja Kubu sendiri, dan (3) penyelenggaraan pertunjukan seni budaya acara adat robok-robok dan haul akbar oleh pihak Keradjaan Koeboe selalu diadakan rutin setiap tahunnya walaupun tidak mendapatkan dana bantuan dari dinas terkait..
Copyrights © 2020