Penelitian ini bertujuan untuk menemukan upaya-upaya untuk mengatasi masalah rendahnya kepuasan kerja dengan cara mengetahui kekuatan variabel-variabel yang diduga mempengaruhi kepuasan kerja, yaitu budaya organisasi, komunikasi interpersonal dan pemberdayaan, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama. Populasi penelitian adalah 378 guru mata pelajaran honorer di Madrasah Tsanawiyah Kota Sukabumi. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dan perhitungan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin, diperoleh sampel penelitian sebanyak 194 orang. Penelitian ini menggunakan metode studi korelasional untuk menguji hipotesis penelitian, yaitu untuk mengetahui apakah terdapat hubungan positif antara budaya organisasi, komunikasi interpersonal dan pemberdayaan dengan kepuasan kerja. Berdasarkan hasil tersebut kemudian dilakukan analisis SITOREM untuk menetapkan rekomendasi dan penentuan urutan prioritas penanganan indikator yang harus diperbaiki. Hasil penelitian kuantitatif menemukan bahwa semua variabel mempunyai hubungan positif yang signifikan dengan kepuasan kerja, dengan urutan berdasarkan kekuatan hubungan sebagai berikut: budaya organisasi (ryx1=0,558, ρ<0,01). pemberdayaan (ryx3=0,450 , ρ<0,01), dan komunikasi interpersonal (ryx2=0,397 , ρ<0,01). Hasil analisis SITOREM juga menunjukan bahwa kepuasan kerja dapat ditingkatkan melalui peningkatan budaya organisasi, komunikasi interpersonal dan pemberdayaan
Copyrights © 2022