Covid-19 sudah tidak asing lagi di mata orang tua siswa bahkan dengan desas-desus adanya virus covid -19 tersebut membuat pembelajaran di sekolah menggunakan daring masalah interaksi sosial antara guru dan wali murid sering kita lihat di media cetak bahkan di media elektonik/televisi yang menjadi bahan trending topic dan sering dibahas, hampir setiap hari ada saja siswa yang bermasalah mengenai interaksi dengan gurunya berkenaan dengan proses pembelajaran daring yang selalu dikaitkan dengan gurunya bahkan penanganannya melibatkan guru mata pelajaran. Dalam permasalahan interaksi ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitiatif naratif penulis menguraikan apa yang sedang terjadi di lapangan berdasarkan fakta yang terjadi, sedangkan lokasi penelitian ini berlokasi di Parit H. Maksum Punggur Kecil Sungai Kakap data peneltian diperoleh dari guru dan orang tua murid mengenai masalah interaksi sosial di masa Covid-19. Adapun alat pengumpul data peneliti dapatkan dengan cara observasi, wawancara langsung dengan guru atau orang tua siswa kemudian peneliti analisis. Interaksi sosial yang kurang solid akan menyebabkan terjadinya konflik dan paling sering terjadi antara guru dan orang tua murid disebabkan mis komunikasi yang kurang antara guru/pihak sekolah dan wali murid. Maka dari itu untuk melakukan atau mengatasi mis komunikasi dan meningkatkan interaksi sosial untuk mengurangi konflik tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti berikut: (1). Melakukan pertemuan secara berkala, (2).melakukan family education, (3). Mensosialisasikan program dan tata tertip sekolah, (4). Melakukan perlindungan kepada siswa dan tenaga pengajar,(5). Melengkapi sarana dan prasarana di sekolah
Copyrights © 2021