Forum Ilmiah Pendidikan Akuntansi (FIPA)
Vol 3, No 1 (2015): FIPA 5

ANALISIS PENENTUAN TARIF AIR MINUM DENGAN METODE ACTIVITY BASED COSTING PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN PONOROGO

Lilik Fitriani (Unknown)
Juli Murwani (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Mar 2015

Abstract

ABSTRAKPerusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Ponorogo bergerak di perusahaan jasa dalam bidang pengolahan air minum. Dalam melaksanakan kegiatannya PDAM Kabupaten Ponorogo terus menerus berusaha agar dapat tumbuh dan berkembang guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan air minum yang berkualitas. Penelitian dilakukan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Ponorogo dengan pendekatan penelitian kualitatif dan jenis penelitian yaitu deskriptif.   Hasil menunjukkan, bahwa perhitungan tarif air minum di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Ponorogo menggunakan sistem tradisional. Dalam Perbup no. 2 Tahun 2012 tentang penetapan tarif air minum pada perusahaan daerah air minum kabupaten ponorogo, menunjukkan adanya over cost dan under cost pada tarif TNI dan Polri yang sudah diterapkan. Penentuan tarif dengan ABC mengalami over cost dan mengalami selisih tarif yang sangat signifikan. Dapat diketahui selisih tarif air minum dengan menggunakan activity based costing untuk kelompok I  sosial umum pemakaian air progresif 0-10 Rp 7.904, 11-20 Rp 8.139, >21 Rp 8.817, sosial khusus 0-10 Rp 7.429, 11-20 Rp 7.149,  >21 Rp 7.258. Kelompok II rumah tangga A  pemakaian air progresif 0-10 Rp 1.137, 11-20 Rp 415, >21 Rp. (232), rumah tangga B  0-10 Rp 1.171, 11-20 Rp 399, >21 Rp. 727. Kelompok III pada pemerintahan pemakaian air progresif 0-10 Rp 19.234, 11-20 Rp 18.347, >21 Rp 17.698, Pada TNI dan POLRI 0-10 Rp 19.817, 11-20 Rp 18.962, >21 Rp 18.281, pada niaga kecil 010 Rp 20.350, 11-20 Rp 19.445, >21 Rp    20.764, industri kecil 0-10 Rp 19.859, 11-20 Rp 19.953, >21 Rp 19.222. Kelompok IV pada  niaga besar pemakaian air progresif  0-10 Rp 189.075, 11-20 Rp 209.873,  >21 Rp 211.764 dan industri besar 0-10 Rp 213.655, 11-20 Rp 215.546, >21 Rp 217.436. Selisih ini disebabkan pada sistem tradisional pembebanan biaya overhead pada masing-masing produk hanya di bebankan pada satu cost driver sedangkan pada activity based costing biaya overhead di bebankan pada banyak cost driver. Kata Kunci : Activity Based Costing, ABC, Sistem Tradisional, PDAM, Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Ponorogo.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

FIPA

Publisher

Subject

Education Social Sciences

Description

The proceedings contain papers in the field of accounting science and education that have been presented in Forum Ilmiah Pendidikan Akuntansi or Scientific Forum on Accounting Education (FIPA). This forum not only contains paper presentations, but also seminars with competent speakers in accounting ...