Dewasa ini, istilah guru kreatif masih memiliki sejumlah interpretasi dan sudut pandang yang berbeda-beda.Tolok ukur seorang guru kreatif masih sangat subjektif, sehingga diperlukan sebuah penafsiran atau kajian secara ilmiah untuk mendefinisikannya. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut; 1) untuk mengetahui bagaimana interpretasi terhadap guru kreatif, dan 2) untuk mengetahui bagaimana upaya untuk menjadi guru yang kreatif, sekaligus dapat memberikan implikasi positif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menekankan pada kualitas dan fenomena yang pernah dialami, diamati/disaksikan oleh peneliti sehingga dapat dijadikan dasar dalam pengembangan konsep dan teori yang telah ditemukan.Dalam studi ini, peneliti menggunakan metode penelitian pustaka atau sering juga disebut studi literatur, book survey, atau library research.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru kreatif diinterpretasikan sebagai guru yang memiliki kemampuan merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Salah satu indikator dari pembelajaran yang bermakna yang dihasilkan oleh guru kreatif adalah proses pembelajaran yang mendapatkan respons positif dari peserta didik. Implementasi guru kreatif dalam proses pembelajaran memiliki tiga landasan utama, yakni: (1) self (penguasaan diri), (2) Lesson (penguasaan pelajaran/materi), (3) Class (penguasaan kelas). Adapunhal-hal yang dapat dilakukan agar dapat menjadi seorang guru yang kreatif sekaligus dapat berimplikasi positif di terhadap proses pembelajaran, yaitu harus dimulai dari perubahan pola pikir (mindset) dan perubahan sikap (attitude).
Copyrights © 2019