Jurnal Farmasi Udayana
Vol. 11, No. 1, Tahun 2022

Penetapan Kadar Astaxanthin Dalam Cincalok Yang Difermentasi

Siti Nani Nurbaeti (Unknown)
Aulia Faradilla (Unknown)
Hadi Kurniawan (Unknown)
Inarah Fajriaty (Unknown)
Fajar Nugraha (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Jul 2022

Abstract

Cincalok merupakan makanan tradisional khas Kalimantan Barat yang dibuat dari proses fermentasi dengan bahan dasar udang rebon. Udang rebon memiliki kandungan senyawa karotenoid, yaitu senyawa astaxanthin yang dikenal memiliki manfaat sebagai antioksidan. Pada penelitian ini dilakukan analisis kandungan senyawa astaxanthin dalam udang rebon yang telah difermentasi menjadi cincalok. Udang rebon diambil dari Desa Mendalok, Sungai Kunyit, Kalimantan Barat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar senyawa astaxanthin dalam cincalok yang telah difermentasi selama 1 minggu dan 2 minggu. Ekstraksi cincalok 1 minggu dan 2 minggu masing-masing dibuat sebanyak 3 batch dengan metode maserasi menggunakan pelarut aseton selama 3 hari berturut-turut. Ekstrak yang diperoleh kemudian dilakukan pengukuran kadar senyawa astaxanthin dengan metode spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang visibel (477 nm). Hasil kadar astaxanthin yang diperoleh tiap 100 g berat basah cincalok yaitu 3,292 mg (cincalok fermentasi 1 minggu) dan 0,920 mg (cincalok fermentasi 2 minggu).

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

jfu

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology

Description

Jurnal Farmasi Udayana merupakan jurnal elektronik yang dikelola oleh jurusan Farmasi FMIPA Udayana. Jurnal ini yang merupakan media publikasi penelitian dan review article pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif , kreatif, original dan didasarkan pada scientific. Artikel yang dimuat ...