Cincalok merupakan makanan tradisional khas Kalimantan Barat yang dibuat dari proses fermentasi dengan bahan dasar udang rebon. Udang rebon memiliki kandungan senyawa karotenoid, yaitu senyawa astaxanthin yang dikenal memiliki manfaat sebagai antioksidan. Pada penelitian ini dilakukan analisis kandungan senyawa astaxanthin dalam udang rebon yang telah difermentasi menjadi cincalok. Udang rebon diambil dari Desa Mendalok, Sungai Kunyit, Kalimantan Barat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar senyawa astaxanthin dalam cincalok yang telah difermentasi selama 1 minggu dan 2 minggu. Ekstraksi cincalok 1 minggu dan 2 minggu masing-masing dibuat sebanyak 3 batch dengan metode maserasi menggunakan pelarut aseton selama 3 hari berturut-turut. Ekstrak yang diperoleh kemudian dilakukan pengukuran kadar senyawa astaxanthin dengan metode spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang visibel (477 nm). Hasil kadar astaxanthin yang diperoleh tiap 100 g berat basah cincalok yaitu 3,292 mg (cincalok fermentasi 1 minggu) dan 0,920 mg (cincalok fermentasi 2 minggu).
Copyrights © 2022