Penelitian ini dilatarbelakangi oleh seorang anak down syndrome yang mengikuti kegiatan memasak di SLB Bina Bangsa, dimana anak ini ikut membantu dalam kegiatan memotong sayur. Sedangkan terdapat stigma yang mengatakan bahwa anak down syndrome tidak memiliki kecakapan dalam beraktivitas sehari-hari dan hanya bergantung kepada orang lain dalam setiap kegiatannya. Jenis penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan metode analitis. Sumber data atau informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru keterampilan di SLB Bina Bangsa. Adapun subjek dari penelitian ini adalah guru yang mengajarkan keterampilan memotong sayur pada anak down syndrome. Hasil penelitian memunjukkan bahwa guru memiliki peran untuk membimbing, mengawasi dan melatih agar siswa dapat memisahkan batang dan daun pada sayuran, memotong, mencuci bersih sayur sebelum dimasak, membersihkan sisa sayur yang tidak terpakai ke tempat sampah, serta membereskan peralatan yang telah digunakan untuk memotong sayuran.
Copyrights © 2022