Ketersediaan energi fosil dalam penggunaan bahan bakar semakin menipis dan tingkat residu yang dihasilkan semakin menigkat, sehingga diperlukan sumber energi alternatif untuk menunjang kebutuhan energi salah satunya bioetanol. Alang- alang (Imperata cylindrica) memiliki kandungan selulosa sebanyak 40,22% dapat digunakan sebagai bahan dasar bioetanol dengan bantuan Saccharomyces cerevisiae pengubah glukosa menjadi etanol. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis karakteristik bioetanol berdasarkan densitas dan persen rendemen bioetanol dengan variasi massa ragi roti Saccharomyces cerevisiae dan waktu fermentasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Jumlah takaran larutan untuk setiap perlakuan adalah 100 ml. Nilai densitas tertinggi pada perlakuan 4 massa   roti Saccharomyces cerevisiae 15 gram dengan lama fermentasi 6 hari sebesar 0.9041 g/ml, nilai densitas terendah pada perlakuan 1 massa ragi roti Saccharomyces cerevisiae 10 gram dan lama fermentasi 3 hari sebesar 0,9340 g/ml. Persen rendemen tertinggi diperoleh dari perlakuan 4 massa ragi roti Saccharomyces cerevisiae 15 gram dan lama fermentasi 6 hari sebanyak 23,11% dan persen rendemen terendah pada perlakuan 1 dengan massa ragi roti Saccharomyces cerevisiae 10 gram dan lama fermentasi 3 hari sebesar 17,90%. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh variasi konsentrasi Saccharomyces cerevisiae dan lama fermentasi terhadap nilai densitas dan persen rendemen.
Copyrights © 2022