Anemia pada kehamilan merupakan masalah nasional karena mencerminkan nilai kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat, dan pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Menurut WHO, kejadian anemia kehamilan berkisar antara 20% sampai 89% dengan menetapkan Hb 11g% (g/dl) sebagai dasarnya. Angka kejadian anemia di Indonesia menunjukkan nilai yang cukup tinggi. Hoo Swie Tjiong menemukan angka anemia kehamilan sebear 3,8% pada trimester I, 13,6% pada trimester II dan 24,8% pada trimester III. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian Anemia Pada Ibu hamil di Puskesmas Kronjo Tahun 2020. Menggunakan desainpenelitian cross sectional dengan teknik acak sistematis. Sampel yang digunakan sebanyak 40 responden. Instrument penelitian menggunakan data primer dan sekunder yang diambil di kemudian hasilnya diolah dengan menggunakan aplikasi spss versi 22 yang di presentasikan dalam tabel. Hasil penelitian ini didapatkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (P value = 0.001), ada hubungan antara social ekonomi dengan anemia pada ibu hamil (P Value= 0.029), ada hubungan antara Pendidikan dengan anemia pada ibu hamil (P value= 0.0278) dan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan konsumsi Tablet Fe (Pvalue 0.123) Dapat di simpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, socialekonomi, dan Pendidikan dengan anemia pada ibu hamil. Namun tidak ada hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia. Sehingga diperlukan peningkatan pelayaan kepada masyarakat dengan memberikan dukungan emosional dan terus menerus melibatkan suami dalam segala hal agar ibu hamil tidak mengalami anemia dalam kehamilannya.
Copyrights © 2021