Deastri Pratiwi
Akbid Karya Bunda Husada

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERILAKU SISWA TENTANG SEKS BEBAS DIKALANGAN SISWA Deastri Pratiwi; Liza Anggraeni
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.889 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v5i1.22

Abstract

Abstrak perilaku siswa tentang seks bebas dikalangan siswa. Seks bebas adalah segala hasrat seksual baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis. Seks bebas yang terjadi berdasarkan kepada dorongan seksual yang sangat kuat serta tidak sanggup mengontrol dorongan seksual. Salah satu masalah yang berkaitan dengan seks bebas adalah pengetahuan menyimpang pada remaja yaitu pengetahuan tentang seks bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku siswa tentang seks bebas di SMAN 12 Kabupaten Tangerang. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan data kuantitatif yang metode pengambilan datanya dengan data primer dengan menggunakan kuesioner kemudian hasilnya diolah dengan tahap seleksi data, tabulasi data, dan perhitungan presentase yang selanjutnya disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Desain penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional serta dalam pengambilan sampel peneliti menggunakan metode acak sistematis sebanyak 80 responden. Data diolah dengan menggunakan SPSS versi 2.2 Hasil penelitian ini di dapatkan ada hubungan yang signifikan antara peran keluarga (P value= 0,013), pergaulan lawan jenis (P value=0,030), paparan media (P value=0,019), teman sebaya (P value=0,010), dan pengalaman (P value=0,004) dengan tingkat pengetahuan siswa tentang seks bebas, sehingga disarankan perlunya pemberian informasi melalui penyuluhan secara intensif terutama tentang seks bebas remaja.
HUBUNGAN FAKTOR PERILAKU KELUARGA DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA Liza Anggraeni; Deastri Pratiwi
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.583 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v5i2.27

Abstract

Hubungan Faktor Perilaku Keluarga Dengan Kejadian Ispa Pada Balita. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit seluruh pernapasan atas atau bawah, biasanya menular yang dapat menimbulkan berbagai spekrum penyakit yang berkisar dari penyakit tanpa gejala atau infeksi ringan sampai penyakit yang parah dan mematikan,tergantung pada patogen penyebabnya, faktor lingkungan dan faktor pejamu. Gejalanya meliputi demam, batuk, dan sering juga nyeri tenggorokan, coryza (pilek), sesak napas, mengi, atau kesulitan bernafas (Masriadi, 2017) Angka kejadian ispa dengan peneumonia sebanyak 503,738%, kejadian kematian pada balita dengan jumlah 551 % diseluruh propinsi. Sedangkan angka kejadian di Kabupaten Tangerang tahun 2016 meningkat sebayak 58,27% (P2P Dinas Kesehatan Kab,Tangerang, 2016). study kasus ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor keluarga terhadap kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Jambe periode Mei 2018.dalam penyusunan penelitian menggunakan metode deskriftif dengan metode penelitian cross sectional yang penelitian dilakukan satu waktu dan satu kali untuk mencari hubungan dengan faktor kebiasaannmerokok, bahan bakar memasak, obat nyamuk bakar, status ekonomi, pendidikan ibu, pendidikan ayah, dengan pengambilan sampel total sampling dengan teknik accidental dengan jumlah sampel 100 responden,hasil penelitian didapatkan status merokok P value 0,049 nilai OR= 2,732.bahan bakar memasak P value 0,424, pengguna obat nyamuk bakar P value 0,223.status ekonomi P value 0,481.pendidikan ayah P value 0,481.pendidikan ibu P value 0,026 nilai OR= 0,249 maka dapat disimpulkan dari faktor yang berhubungan dengan kejadin ispa diantaranya status merokok dan pendidikan ibu dapat mempengaruhi terjadinya ispa.
DETERMINAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM PADA BAYI BARU LAHIR Deastri Pratiwi
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.613 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v5i2.29

Abstract

Indonesia mengalami angka penurunan menarche berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2010 terdapat 5,2% anak –anak di Indonesia memasuki usia menarche dibawah usia 12 tahun. Survey pendahuluan yang dilakukan di MTS Al Falahiyyah peneliti melakukan survey pada 20 siswi, dan didapati hasil survey 10 orang yang sudah menstruasi (50%). Tujuan dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan antara Perilaku dan Gaya hidup dengan kejadian menarche pada remaja putri yang sudah menarche di MTS Al – Falahiyyah Periode Juli Tahun 2017. Menarche adalah suatu perubahan yang menandakan bahwa remaja putri sudah memasuki masa pubertas. Penelitian ini menggunakan variabel dependent (Kejadian menarche) dan independent (riwayatmenonton media massa dewasa, perilaku seksual, konsumsi makan dan minum dan aktifitas fisik/olahraga). Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini bersifat deskriptif, menggunakan data primer dengan tehnik pengisian kuesioner dan desain penelitian ini menggunakan cross sectional. Sample yang diteliti pada tanggal 17 Juli 2017 adalah siswi kelas VIII dan IX MTS yang sudah mengalami menarche dengan jumlah 90 siswi. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara kejadian menarche dengan riwayat menonton media massa dewasa (P Value = 0,000) dan dengan nilai OR = 14,7. Adahubungan yang bermakna antara kejadian menarche dengan perilaku seksual/ketertarikan terhadap lawan jenis (P Value 0,000)dengan nilai OR = 15,5. Ada hubungan yang bermakna antara kejadian menarche dengan konsumsi makan dan minum dengan nilai (P Value 0,000) dengan nilai OR = 15,3. Tidak ada hubungan yang bermakna antara kejadian menarche dengan aktifitas fisik/olahraga dengan nilai (P Value 1,000) dengan nilai OR = 0,875.
FAKTOR PENYEBAB REMAJA PUTRI YANG MENGALAMI KEPUTIHAN Deastri Pratiwi; Nopita Sari
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2918.736 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v6i2.38

Abstract

Pengeluaran cairan dari alat genetalia yang mengganggu kesehatan reproduksi. Data penelitian tentang penelitian kesehatan reproduksi wanita menunjukan 75% wanita didunia pasti menderita keputihan paling tidak sekali seumur hidup dan 45% diantaranya bisa mengalami sebanyak dua kali atau lebih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor Penyebab Remaja Putri yang Mengalami Keputihan di Kelurahan Bojong Jaya Tahun 2020. Penelitian ini di lakukan pada Bulan April 2020 dengan membagikan kuesioner yang diberikan kepada responden yang berjumlah 196 orang. Variabel Independent yang berdasarkan Faktor penyebab dan Variabel Dependent yaitu berdasarkan Aktifitas Fisik, Personal Hygiene (Frekuensi GantiCelana Dalam) dan pengetahuan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif, yaitu Karakteristik Remaja Putri yang Mengalami Keputihan pada remaja di Kelurahan Bojong Jaya dengan menggunakan desain Cross sectional. Hasil penelitian didapatkan bahwa Faktor Penyebab Remaja Putri yang Mengalami Keputihan dari 66 responden yang pernah mengalami keputihan 50 orang (75,8%), dan responden yang tidak pernah mengalami keputihan sebanyak 16 orang (24,2%), menurut variabel Aktifitas Fisik yang tertinggi adalah yang memiliki Aktifitas Fisik Sedang sebanyak 34 orang (51,5%), sedangkan yang terendah memiliki Aktifitas Berat sebanyak 32 orang (48,5%), menurut variabel Personal Hygiene (Frekuensi Ganti Celana Dalam) yang tertinggi adalah yang Baik sebanyak 21 orang (31,8%), terendah adalah memiliki personal hygiene(Ganti Celana Dalam) yang tidak baik sebanyak 45 orang (68,2%).
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KRONJO KABUPATEN TANGERANG Deastri Pratiwi
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3331.774 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v7i1.44

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan masalah nasional karena mencerminkan nilai kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat, dan pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Menurut WHO, kejadian anemia kehamilan berkisar antara 20% sampai 89% dengan menetapkan Hb 11g% (g/dl) sebagai dasarnya. Angka kejadian anemia di Indonesia menunjukkan nilai yang cukup tinggi. Hoo Swie Tjiong menemukan angka anemia kehamilan sebear 3,8% pada trimester I, 13,6% pada trimester II dan 24,8% pada trimester III. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian Anemia Pada Ibu hamil di Puskesmas Kronjo Tahun 2020. Menggunakan desainpenelitian cross sectional dengan teknik acak sistematis. Sampel yang digunakan sebanyak 40 responden. Instrument penelitian menggunakan data primer dan sekunder yang diambil di kemudian hasilnya diolah dengan menggunakan aplikasi spss versi 22 yang di presentasikan dalam tabel. Hasil penelitian ini didapatkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (P value = 0.001), ada hubungan antara social ekonomi dengan anemia pada ibu hamil (P Value= 0.029), ada hubungan antara Pendidikan dengan anemia pada ibu hamil (P value= 0.0278) dan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan konsumsi Tablet Fe (Pvalue 0.123) Dapat di simpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, socialekonomi, dan Pendidikan dengan anemia pada ibu hamil. Namun tidak ada hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia. Sehingga diperlukan peningkatan pelayaan kepada masyarakat dengan memberikan dukungan emosional dan terus menerus melibatkan suami dalam segala hal agar ibu hamil tidak mengalami anemia dalam kehamilannya.