cover
Contact Name
Diani Maryani
Contact Email
lppm@akbid-kbh.ac.id
Phone
+6281381234008
Journal Mail Official
lppm@akbid-kbh.ac.id
Editorial Address
Jl. Imam Bonjol No.77, RT.002/RW.001, Bojong Jaya, Kec. Karawaci, Kota Tangerang, Banten 15115
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
ISSN : 2477152X     EISSN : 27455211     DOI : 10.56861
Core Subject : Health,
Fokus dan Ruang Lingkup Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran dan kajian analisis-kritis mengenai penelitian Ilmu Kesehatan. Sebagai bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu pengetahuan hasil dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian pada Masyarakat luas dan sebagai sumber referensi akademisi di bidang Ilmu Kesehatan. Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada menerima artikel ilmiah dengan lingkup penelitian pada: 1. Ilmu Kesehatan Reproduksi 2. Kesehatan Masyarakat 3. Ilmu Kebidanan Dengan artikel yang memiliki sitasi primer dan tidak pernah dipublikasikan secara online atau versi cetak sebelumnya. Setiap artikel yang masuk sebelum diterbitkan akan melalui proses Cek Plagiasi. Jika diindikasi mayor plagiarisme maka Naskah ditolak untuk terbit.
Articles 45 Documents
TINGKAT PENGETAHUAN IBU BERSALIN TENTANG INISIASI MENYUSU DINI (IMD) Roichatul Djannah; Liza Anggraeni
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.665 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v6i1.17

Abstract

Abstrak Tingkat Pengetahuan Ibu Bersalin Tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Inisiasi menyusu dini (IMD) dalam istilah asing sering disebut early inisiation adalah memberi kesempatan pada bayi baru lahir untuk menyusu sendiri pada ibu dalam satu jam pertama kelahirannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di Puskesmas Caringin periode November- Desember pada tahun 2019 yaitu sebanyak 65 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitik dengan Pendekatan cross sectional, dan Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan ibu bersalin tentang IMD menurut variable Pengetahuan : tinggi 33 orang (50,8%), rendah 32 orang (49,2%). Pendidikan : tinggi 40 orang (61,5%), rendah 25 orang (38,5%), Lingkungan : tidak berpengaruh 21 orang (32,3%), berpengaruh 44 orang (67,7%). Sumber Informasi : media massa 27 orang (46,2%), tenaga medis 38 orang (53,8%). Dari hasil penelitian diatas disarankan kepada ibu yang memiliki pendidikan rendah agar dapat menggali informasi dan mulai membaca baik dari majalah, tabloid, radio maupun media televisi. Diharapkan ibu dapat memperoleh pengetahuan di lingkungan sekitar agar mendapat pengalaman dari orang lain.dan dapat memperoleh informasi dari tenaga medis agar informasi dapat di percaya pada saat pelayanan pemeriksaan kehamilan.
BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSI PADA IBU BERSALIN Dinda Handiani; Diani Maryani
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.673 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v6i1.18

Abstract

Abstrak Faktor yang berhubungan dengan Kejadian Pre Eklampsi. Preeklamsi adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, proteinuria, dan edema yang timbul karena kehamilan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan metode penelitian cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor ibu yang mengalami preklampsia pada ibu bersalin di Puskesmas Kronjo Kabupaten Tangerang tahun 2018. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari rekam medic. Populasi ini berjumlah 75 responden dengan menggunakan total sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah Riwayat Hipertensi, Riwayat Hamil Kembar, Anemia, dan Usia ibu. Hasil penelitian diolah dengan menggunakan SPSS sehingga didapatkan hasil bahwa 49.3% ibu mengalami pre eklampsi ringan dan 50.7% ibu mengalami pre eklampsi berat. Terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat hipertensi (Pvalue 0.047), kejadian anemia (Pvalue 0.000), usia ibu (Pvalue 0.000) dengan kejadian pre eklampia dan tidak ada hubungan yang signifikan antara riwayat hamil kembar dengan kejadian pre eklampsi (Pvalue 0.223). sehingga dapat disimpulkan bahwa Kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara hipertensi, anemia, usia ibu dengan preeclampsia. Sedangkan untuk Riwayat Hamil Kembar tidak ada hubungan dengan preeclampsia. Sehingga diperlukan adanya upaya promotif dan preventif dari tenaga kesehatan bekerja sama dengan ibu hamil agar kehamilan berjalan dengan sehat.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL Samsinar; Dewi Susanti
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.849 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v6i1.19

Abstract

Abstrak : Faktor yang berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil. Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu hamil bila kadar Hb kurang dari 11gr%. Menurut WHO kejadian anemia saat hamil berkisar antara 20% sampai 89% pada tahun 2015 dengan menetapkan Hb 11 gr % sebagai dasarnya. Penelitian ini dengan menggunakan metode desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sample menggunakan rendom sampling dengan jumlah 40 sampel, analisis data yang digunakan adalah analisis bivariat. Hasil penelitian tidak ada hubungan yang signifikan antara Usia Ibu dengan Kejadian anemia pada ibu hamil dengan nilai P value 0,808 dan OR= 1,348. Ada hubungan yang signifikan antara Paritas dengan Kejadian anemia pada ibu hamil dengan nilai P value 0,036. Ada hubungan yang signifikan antara usia kehamilan dengan Kejadian anemia pada ibu hamil dengan nilai P value 0,021, dan OR= 0,153. Tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu dengan Kejadian anemia pada ibu hamil dengan nilai P value 1,000 dan OR= 1,054
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN IUFD Deastri Pratiwi; Yuliwati
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.666 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v6i1.20

Abstract

Abstrak :, faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian IUFD. IUFD (Intra Uterine Fetal Death) adalah keadaan tidak adanya tanda-tanda kehidupan janin dalam kandungan baik pada kehamilan yang besar atau kurang dari 20 minggu (Manuaba, 2010). Dalam menyusun karya tulis ilmiah ini, peneliti menggunakan data sekunder dari recam medic ( Medical record) di RSUD Kabupaten Tangerang. Desain penelitian yang digunakan bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional dengan variable usia ibu, paritas ibu, anemia,Tingkat pendidikan. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 46 orang. Berdasarkan Hasil penelitian dari 46 ibu hamil yang mengalami IUFD pada usia kehamilan 20-28 minggu sebanyak 7 orang (15,2%), usia kehamilan >28 minggu sebanyak 39 orang (84,8%) . Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara IUFD dengan Usia ibu (P value = 0,000) dan nilai OR = 1,875, Paritas (P = 0,000) ada hubungan antara IUFD dengan Uisa ibu dan nilai OR = 0,019, Anemia (P = 0,003) ada hubungan antara IUFD dengan Anemia dan nilai OR = 0,059, Pendidikan (P = 0,119) tidak ada hubungan antara IUFD dengan pendidikan ibu dan nilai OR = 0,0774. Maka dapat disimpulkan bahwa dari empat variabel yang diteliti yang memiliki peluang terbesar yaitu pada factor Usia ibu dengan peluang sebesar 1,875 kali untuk mengalami kehamilan dengan IUFD. Maka dari hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan kepada tenaga kesehatan untuk dapat memberikan penyuluhan tentang usia yang tepat untuk hamil .
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BBLR Siti Maisaroh; Rizka Vidya Nabella
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.672 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v6i1.21

Abstract

Bayi berat lahir rendah (BBLR) ialah bayi baru lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram. (Saifuddin, 2009). Menurut WHO, melalui laporan kesehatan Dunia tahun 2013 tingkat kasus Berat Bayi Lahir Rendah (32%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR di RSUD Balaraja. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional.dengan menggunakan data sekunder sebanyak 80 responden, analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan analisa bivariat dengan derajat kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil penelitian tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR di RSUD Balaraja tahun 2018 terbanyak pada BBLR dengan usia ibu yaitu 51 responden (63,8%), diperoleh nilai P 0,004
PERILAKU SISWA TENTANG SEKS BEBAS DIKALANGAN SISWA Deastri Pratiwi; Liza Anggraeni
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.889 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v5i1.22

Abstract

Abstrak perilaku siswa tentang seks bebas dikalangan siswa. Seks bebas adalah segala hasrat seksual baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis. Seks bebas yang terjadi berdasarkan kepada dorongan seksual yang sangat kuat serta tidak sanggup mengontrol dorongan seksual. Salah satu masalah yang berkaitan dengan seks bebas adalah pengetahuan menyimpang pada remaja yaitu pengetahuan tentang seks bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku siswa tentang seks bebas di SMAN 12 Kabupaten Tangerang. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan data kuantitatif yang metode pengambilan datanya dengan data primer dengan menggunakan kuesioner kemudian hasilnya diolah dengan tahap seleksi data, tabulasi data, dan perhitungan presentase yang selanjutnya disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Desain penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional serta dalam pengambilan sampel peneliti menggunakan metode acak sistematis sebanyak 80 responden. Data diolah dengan menggunakan SPSS versi 2.2 Hasil penelitian ini di dapatkan ada hubungan yang signifikan antara peran keluarga (P value= 0,013), pergaulan lawan jenis (P value=0,030), paparan media (P value=0,019), teman sebaya (P value=0,010), dan pengalaman (P value=0,004) dengan tingkat pengetahuan siswa tentang seks bebas, sehingga disarankan perlunya pemberian informasi melalui penyuluhan secara intensif terutama tentang seks bebas remaja.
DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TERHADAP BAHAYA ASAP ROKOK PADA JANINNYA Samsinar; Diani Maryani
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.924 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v5i1.23

Abstract

Abstrak determinan tingkat pengetahuan bahaya asap rokok pada ibu hamil. Asap rokok yang memapari ibu hamil dapat berpotensi melahirkan bayi yang meninggal, gizi buruk, mengganggu metabolism pertumbuhan janin, DJJ janin lemah dan adanya gangguan system saraf janin, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan pengetahuan ibu hamil terhdap bahaya asap rokok. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 64 orang dengan metode pengambilan sampel dengn cara accidental sampling dengan data primer. Penelitian ini dilaksanakan di Klinik S pada periode bulan Mei-Juni 2018. Analisis data menggunakan SPSS sehingga didapatkan hasil bahwa dari 64 responden terdapat 71.9% memiliki pengetahuan rendah dan determinan tingkat pengetahuan bahaya asap rokok pada ibu bersalinan dipengaruhi oleh pendidikan (Pvalue 0.031), Usia (Pvalue 0.041), Lingkungan (Pvalue 0.044) dan pekerjaan (Pvalue 0.044). Sehingga dapat disimpulkan bahwa determinan tingkat pengetahuan bahaya asap rokok pada ibu hamil dipengaruhi oleh factor pendidikan, usia, lingkungan dan pekerjaan, untuk itu diperlukan upaya promotif untuk mengurangi dampak hasil paparan asap rokok.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RUPTURE PERINEUM Siti Maisaroh; Yuliwati
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.672 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v5i1.24

Abstract

Abstrak Faktor yang berhubungan dengan rupture perineum. Persalinan adalah proses dimana bayi, plasenta dan selaput ketuban keluar dari uterus. Persalinan dianggap normal jika prosesnya terjadi pada usia kehamilan cukup bulan (setelah 37 minggu ) tanpa disetrai adanya penyulit.Rupture perineum umumnya terjadi pada persalinan dengan traumatic. Robekan jalan lahir biasanya akibat episiotomi, robekan spontan perineum, trauma forcep atau vakum ekkstraksi, atau karena versi ekstraksi (Prawirohardjo,2011).Jumlah kematian ibu di Kabupaten Tangerang pada tahun 2016 adalah sebanyak 57 kematian. Dan jumlah kematian bayi sebesar 289 kasus, jumlah kematian ibu pada tahun 2016 terjadi peningkatan tahun 2015 sebanyak 52 kasus. Tujuan penelitian iniUntuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi rupture perineum di Puskesmas Jambe Kabupaten Tangerang Tahun 2017. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu penelitian yang menggambarkan tentang suatu keadaan tanpa menganalisis lebih lanjut atau dengan cara pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin di Puskesmas Jambe Kabupaten Tangerang yang mengalami rupture perineum periode Tahun 2017 yaitu sebanyak 170 kasus. Sample yang digunakan adalah Random sampling yaitu suatu tekhnik pengambilan sample atau elemen secara acak, dimana setiap elemen atau anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sample dengan cara melakukan pengundian pada seluruh populasi sebanyak jumlah sample yang dibutuhkan didapatkan hasil 99 responden. analisis data yang digunakanadalahanalisisbivariat (chi square test dan odds ratio). Hasilpenelitianmenunjukanbahwaadahubunganantara variable independent dengan variable dependent, berdasarkanparitasP value = 0,007dan OR = 3,343, jarak persalinanP value=0,006dan OR=3,410, distosia bahuP value=0,019dan OR=0,350, berat badan bayidenganP value=0,000dan OR=4,857.Untuk itu perlu dilakukanasuhan sayang ibu agar proses bersalin menjadi aman dan nyaman,sehingga komplikasi persalinan dapat di minimalisir.
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL MENGHADAPI PERSALINAN Roichatul Djannah; Dinda Handiani
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.106 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v5i1.25

Abstract

Abstrak factor kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan. Proses kelahiran merupakan keadaan yang melelahkan secara fisik,mental dan emosional sehingga membutuhkan dukungan dari suami atau orang terdekat.Penelitian ini adalah bersifat dengan metode cross sectional. Peneliti menggunakan data primer dengan menyebar kuesioner mengetahui hubungan tingkat kecemasan ibu hamil dalam proses persalinan berdasarkan usia, pendidikan, dukungan suami, dan tingkat kecemasan di klinik Syafeni tahun 2018. Berdasarkan hasil penelitian tingkat kecemasan dengan usia yang tidak beresiko dengan cemas ringan 41 orang (95,3%), nilai P = < 0,05 yaitu 0,020, ada hubungan yang bermakna antara umur ibu dengan tingkat kecemasan. Pendidikan tinggi dengan tingkat kecemasan ringan 34 orang (79,1%), nilai P = < 0,05 yaitu 0,002, ada hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan ibu dengan tingkat kecemasan. Dukungan suami tinggi dengan tingkat kecemasan ringan 34 orang (79,1%), nilai P = < 0,05yaitu 0,002, adahubungan yang bermakna antara dukungan suami dengan tingkat kecemasan. Dari semua variabel yang paling beresiko meningkatkan kecemasan ibu hamil adalah variabel usia dengan nilai OR 7.885, dari hasil penelitian peneliti menyarankan agar semua petugas kesehatan dan para suami, melibatkan kehadiran dan dukungan suami dalam semua hal dari kehamilan sampai proses persalinan untuk mengurangi tingkat kecemasan pada ibu.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI BPS Dewi Susanti; Rizka Vidya Nabella
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.97 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v5i1.26

Abstract

ASI Eksklusif merupakan sumber gizi yang ideal karena komposisinya seimbang secara alami dan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan bayi, sehingga ASI Eksklusif merupakan makanan yang paling sempurna bagi bayi baik kualitas maupun kuantitasnya, disamping murah, mudah didapat dan juga pemberiannya bisa dilakukan setiap hari makanan pertama yang terbaik dan paling sempurna untuk bayiI. tahun 2014 hanya 15,3% anak di Indonesia yang mendapatkan ASI eksklusif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ibu yang tidak memberikan asi secara eklusif pada bayi di BPS Syafyeni tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 65 orang dengan metode pengambilan sampel dengn cara accidental sampling dengan data primer. Penelitian ini dilaksanakan di Klinik S pada periode bulan Oktober 2018. Analisis data menggunakan SPSS sehingga didapatkan hasil bahwa dari 65 responden terdapat hubungan antara umur (Pvalue 0.000), pendidikan (Pvalue 0,000), pekerjaan (Pvalue 0,026), pengetahuan (Pvalue 0.000), dukungan keluarga (Pvalue 0,000), riwayat penyakit (Pvalue 0,040) dengan pemberian ASI secara eksklusif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian ASI masih sangat rendah sehingga diperlukan adanya upaya promotif dan prefentif dari tenaga kesehatan. .