Anemia pada kehamilan adalah anemia karena kekurangan zat besi, dan Preeklampsia berat merupakan penyebab kematian ibu dan perinatal yang tinggi terutama di Negara berkembang. Kejadian preeklampsia dan eklampsia bervariasi disetiap Negara bahkan disetiap daerah. Salah satu upaya pemerintah untuk menurunkan angka kejadian preeklampsia berat adalah dengan dilakukannya deteksi dini, yang dapat dilakukan melalui pelayanan atau asuhan Antenatal Care (ANC) yang merupakan cara untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal agar tidak menjadi abnormal. Sehingga mengenali tanda-tanda sedini mungkin dan diberikan pengobatan yang cukup supaya penyakit tidak menjadi lebih berat, penerangan tentang manfaat istirahat dan diet berguna dalam pencegahan, diet tinggi protein dan rendah lemak karbohidrat garam, dan penambahan berat badan yang tidak berlebihan perludianjurkan. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengatuhi kejadian Pre Eklampsia Berat di Rumah Sakit Umum Balaraja pada tahun 2020. Metode yang digunakan adalah chi squre dengan cross sectiobnal. Populasi sebanyak 81 responden dengan Teknik pengambilan sampel total sempel yang dilakukan pengambilan data pada bulan Januari sampai Juni 2020. Hasil yang didapatkan adalah tidak ada hubungan antara PEB dengan usia ibu (pvalue=0.665), paritas (Pvalue=1.000), dan usia kehamilan dengan Pvalue 1.000. sehingga diperlukan terus meningkatan pelayanan kepada masyarakat dan agar ibu hamil menjaga kehamilannya dengan rutin melakukan pemeriksaan kehamilannya agar terhidar komplikasi dalam persalinannya kelak.
Copyrights © 2021