Rizka Vidya Nabella
AKBID Karya Bunda Husada

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI BPS Dewi Susanti; Rizka Vidya Nabella
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.97 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v5i1.26

Abstract

ASI Eksklusif merupakan sumber gizi yang ideal karena komposisinya seimbang secara alami dan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan bayi, sehingga ASI Eksklusif merupakan makanan yang paling sempurna bagi bayi baik kualitas maupun kuantitasnya, disamping murah, mudah didapat dan juga pemberiannya bisa dilakukan setiap hari makanan pertama yang terbaik dan paling sempurna untuk bayiI. tahun 2014 hanya 15,3% anak di Indonesia yang mendapatkan ASI eksklusif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ibu yang tidak memberikan asi secara eklusif pada bayi di BPS Syafyeni tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 65 orang dengan metode pengambilan sampel dengn cara accidental sampling dengan data primer. Penelitian ini dilaksanakan di Klinik S pada periode bulan Oktober 2018. Analisis data menggunakan SPSS sehingga didapatkan hasil bahwa dari 65 responden terdapat hubungan antara umur (Pvalue 0.000), pendidikan (Pvalue 0,000), pekerjaan (Pvalue 0,026), pengetahuan (Pvalue 0.000), dukungan keluarga (Pvalue 0,000), riwayat penyakit (Pvalue 0,040) dengan pemberian ASI secara eksklusif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian ASI masih sangat rendah sehingga diperlukan adanya upaya promotif dan prefentif dari tenaga kesehatan. .
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA RETENSIO PLASENTA DI RUMAH SAKIT UMUM Rizka Vidya Nabella; Dinda Handiani
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.92 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v5i2.28

Abstract

Abstrak Faktor yang berhubungan dengan terjadinya retensio plasenta. Kejadian retensio plasenta yang terjadi di RSUD Kabupaten Tangerang dari rekam medic tahun 2018 dari 130 ibu yang mengalami retensio plasenta. Penelitian ini menggunakan variabel dependen yaitu Retensio Plasenta dan variabel independen terdiri dari paritas, usia ibu, usia kehamilan, kelainan his, riwayat perlekatan plasenta, riwayat penyakit. Penelitian bersifat deskriptif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional dengan menggunakan data sekunder. Sampel pada penelitian ini adalah ibu yang mengalami retensio plasenta sebanyak 99 ibu di RSUD Kabupaten Tangerang tahun 2018. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara retensio plasenta dengan paritas nilai (PValue = 0,004) ada hubungan antara retensio plasenta dengan paritas dan nilai OR= 0,073, usia ibu (P Value = 0,002) ada hubungan antara retensio plasenta dengan usia ibu dan nilai OR = 0,061, usia kehamilan nilai (P Value = 0,003) ada hubungan antara retensio plasenta dengan usia kehamilan dan nilai OR= 0,068, kelainan his (P Value = 0,760) tidak ada hubungan antara retensio plasenta dengan kelainan his dan nilai OR = 0,774, riwayat perlekatan plasenta (P Value = 0,425) tidak ada hubungan antara retensio plasenta dengan riwayat perlekatan plasenta dan nilai OR = 0,727, anemia (P Value = 0,069) tidak ada hubungan antara retensio plasenta dengan riwayat penyakit dan nilai OR = 0,0331 pada ibu di RSUD Kabupaten Tangerang tahun 2018. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara paritas, usia ibu, usia kehamilan, kelainan his, riwayat perlekatan plasenta, anemia. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan untuk dapat lebih meningkatkan upaya promotif dan prefentif dalam pemeriksaan kehamilan rutin guna menccegah terjadinya resiko yang dapat menyebabkan retensio plasenta
HUBUNGAN KEPUTIHAN DENGAN KETUBAN PECAH DINI DI RUMAH SAKIT Rizka Vidya Nabella; Listania Muslimah Salsabella
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2918.761 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v6i2.42

Abstract

Ketuban dinyatakan pecah dini bila terjadi sebelum proses persalinan berlangsung. Ketuban pecah dini disebabakan oleh karena berkurangnya kekuatan membrane atau meningkatnya tekanan intra uterine atau karena kedua factor tersebut. Berkurangnya kekuatan membrane disebabkan adanya infeksi, dimana keputihan merupakan salah satu penyebab infeksi yang berpengaruh besar atas penyebab terjadinya Ketuban Pecah Dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hhubungan Keputihan dengan Ketuban Pecah Dini di RSU Kota Tangerang Selatan Tahun 2017. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan kasus kontrol dan jenis data yang diambil adalah data sekunder dengan melihat status pasien di rekam medik. Sedangkan responden yang diambil adalah seluruh ibu bersalin di RSU Kota Tangerang Selatan pada bulan Januari- Juni Tahun 2017. Dari hasil penelitian didapatkan 75 kasus ibu bersalin dan sampel yang didapat sebanyak 45 sampel dengan jumlah ibu bersalin yang mengalami Ketuban Pecah Dini, KPD dengan keputihan sebanyak 44 orang (60,0%), ibu dengan usia <20 – >35 tahun yaitu sebanyak 43 orang (60,0%), KPD dengan paritas ( multipara dan grandemultipara) yaitu sebanyak 44 orang (81,4%), Maka dari hasil penelitian di atas disarankan kepada tenaga kesehatan khususnya para bidan agar dapat meningkatkan keterampilan dalam tindakan memimpin persalinan dengan cara mengikuti pelatihan-pelatihan atau seminar yang ada sehingga kejadian KPD ditekan seminimal mungkin.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PRE EKLAMPSIA BERAT (PEB) DI RUMAH SAKIT Rizka Vidya Nabella
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3346.955 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v7i1.46

Abstract

Anemia pada kehamilan adalah anemia karena kekurangan zat besi, dan Preeklampsia berat merupakan penyebab kematian ibu dan perinatal yang tinggi terutama di Negara berkembang. Kejadian preeklampsia dan eklampsia bervariasi disetiap Negara bahkan disetiap daerah. Salah satu upaya pemerintah untuk menurunkan angka kejadian preeklampsia berat adalah dengan dilakukannya deteksi dini, yang dapat dilakukan melalui pelayanan atau asuhan Antenatal Care (ANC) yang merupakan cara untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal agar tidak menjadi abnormal. Sehingga mengenali tanda-tanda sedini mungkin dan diberikan pengobatan yang cukup supaya penyakit tidak menjadi lebih berat, penerangan tentang manfaat istirahat dan diet berguna dalam pencegahan, diet tinggi protein dan rendah lemak karbohidrat garam, dan penambahan berat badan yang tidak berlebihan perludianjurkan. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengatuhi kejadian Pre Eklampsia Berat di Rumah Sakit Umum Balaraja pada tahun 2020. Metode yang digunakan adalah chi squre dengan cross sectiobnal. Populasi sebanyak 81 responden dengan Teknik pengambilan sampel total sempel yang dilakukan pengambilan data pada bulan Januari sampai Juni 2020. Hasil yang didapatkan adalah tidak ada hubungan antara PEB dengan usia ibu (pvalue=0.665), paritas (Pvalue=1.000), dan usia kehamilan dengan Pvalue 1.000. sehingga diperlukan terus meningkatan pelayanan kepada masyarakat dan agar ibu hamil menjaga kehamilannya dengan rutin melakukan pemeriksaan kehamilannya agar terhidar komplikasi dalam persalinannya kelak.