Intoleransi berawal dari minimnya pemahaman tentang agama dan minimnya kesadaran tentang perbedaan. Peserta didik di sekolah tingkat lanjutan relatif mudah dipengaruhi oleh lingkungan dan menjadi target potensial perekrutan oleh kelompok radikalisme yang mengatasnamankan agama. Lingkungan sekolah yang ditanamkan nilai-nilai multikultural akan memberikan warna bagi peserta didik yang berkarakter religius, tasamuh dan tawasuth. Peneltian dilakukan pada Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, serta peserta didik. Hasil penelitian ditemukan bahwa : nilai-nilai yang dijadikan dasar kegiatan keagamaan di SMAN 1 Grati, yakni nilai-nilai religius, menanamkan sikap tasamuh (toleransi) dan menanamkan sikap tawasuth (moderat) melalui proses pemberian pengetahuan tentang moral, proses menumbuhkan kesadaran moral dan proses melatih melakukan kebiasaan baik dalam menanamkan nilai-nilai multikultural melalui kegiatan keagamaan di SMAN 1 Grati. Kegiatan keagamaan yang diteliti adalah kegiatan tilawatul Qur’an, kegiatan Jum’at legi, buletin Islami dan peringatan hari besar Islam.
Copyrights © 2020