cover
Contact Name
Rio Era Deka
Contact Email
turatsunaunisma@gmail.com
Phone
+6282198932510
Journal Mail Official
turatsunaunisma@gmail.com
Editorial Address
Jl. MT Haryono 193 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27470717     DOI : -
Jurnal Turatsuna ini terbit untuk memberikan tempat berkreasi dan berinovasi bagi para peneliti, penulis, atau pemerhti yang berhasil “membaca “ sebagian realitas pergulatan dan dinamika kehidupan keberagamaan dan kependidikan di tengah masyarakat. Perkembangan kehidupan institusi edukasi, khususnya di lembaga-lembaga pendidikan keislaman yang menangani atau mengelola subyek didik, menjadi substansi utama dalam penerbitan jurnal Turatsuna ini.
Articles 77 Documents
PENGGUNAAN STRATEGI ACTIVE LEARNING DAN METODE EVERYONE IS A TEACHER HERE BAGI SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH DASAR PLUS QURROTA A’YUN KOTA MALANG Taufig Karjadi
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.582 KB)

Abstract

SD Plus Qurrota A’yun selain menerima siswa normal pada umumnya, juga menerima siswa yang berkebutuhan khusus slow learner  (lambat belajar). Secara fisik, siswa slow learner tidak berbeda dengan siswa lainnya, hanya saja dari tingkat akademis, memiliki nilai di bawah standar minimal, dan mereka cenderung pasif dalam belajar. Sebagai solusinya, guru perlu menerapkan pembelajaran aktif bagi siswa slow learner yaitu penggunaan strategi Active Learning dikombinasikan dengan  metode  Everyone is a Teacher Here  untuk  meningkatkan kualitas belajar siswa slow learner di SD Plus Qurrota A’yun.Adapun tujuan dari penelitian ini sebagai berikut: 1) Untuk mendeskripsi-kan perencanaan penggunaan strategi Active Learning dan metode Everyone is a Teacher Here dalam pembelajaran siswa berkebutuhan khusus (slow learner) di SD Plus Qurrota A’yun Kota Malang; 2) Untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menggunakan strategi Active Learning dan metode Everyone is a Teacher Here bagi siswa berkebutuhan khusus (slow learner) di SD Plus Qurrota A’yun Kota Malang; 3) Untuk mendeskripsikan hasil evaluasi pembelajaran setelah menggunakan strategi Active Learning dan  metode Everyone is a Teacher Here bagi siswa berkebutuhan khusus (slow learner) di SD Plus Qurrota A’yun Kota Malang.Metode Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data hasil wawancara, observasi dan dokumentasi mengenai kondisi sekolah SD Plus Qurrota A’yun dan pembelajaran bagi siswa slow learner dengan menggunakan strategi Active Learning dikombinasikan dengan  metode  Everyone is a Teacher Here, selanjutnya direduksi dan diverifikasi serta ditarik kesimpulan.Adapun kesimpulan dari tesis ini, 1) dalam perencanaan, guru mempersiap-kan perangkat pembelajaran, mengalisis kompetensi inti dan kompetensi dasar dari materi yang akan diajarkan, menyiapkan media yang relevan, dan membuat instrumen evaluasi pembelajaran; 2) dalam pelaksanaan, guru mengabungkan siswa dalam kelompok, dibagikan kartu berisi poin-poin materi pada tiap kelompok untuk didiskusikan dan tanya jawab, siswa slow learner tempat duduknya diatur dekat dengan meja guru untuk mempermudah pengawasan. siswa bergantian menjelaskan atau menjawab kartu poin yang diterima, seolah-olah siswa berperan sebagai guru bagi kelompoknya; 3) dalam evaluasi, terlihat adanya peningkatan antusiame siswa slow learner dalam pembelajaran aktif menggunakan strategi Active Learning dan  metode Everyone is a Teacher Here; Peningkatan kualitas kegiatan pembelajaran. Siswa slow learner  lebih aktif; dan Peningkatan kreativitas dalam pembelajaran.Kata Kunci: Active Learning, Everyone Is a Teacher, Siswa Berkebutuhan Khusus (Slow Learner)
STRATEGI PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN KITAB KUNING DI PONDOK PESANTREN RAUDLATUL ULUM 1 PUTRA DESA GANJARAN KABUPATEN MALANG Sodik Sodik
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.351 KB)

Abstract

 ABSTRAKPesantren adalah lembaga pendidikan non formal yang menggunakan system tradisinoal untuk pembelajarannya,tetapi belakangan ini menemui kesulitan untuk mengntrol pembelajaran dan pemahaman santri. Banyak dari santri mulai jenuh, tidak fokus hingga males untuk masuk dalam sebuah porses belajar mengajar. Sehingga banyak diantra meraka yang kesulitan memahami kitab kuning.Sebenarnya bukan masalah sistem dan metodelogi pembelajaran konvensional dipesantren. Yang menjadi persoalan mendasar, bagaimana system dan metodelogi yang telah ada sekarang ini diperkaya dengan proses akomodasi dan intervensi teknologi pembelajaran modern, yang notabene terus berusaha menemukan berbagai prinsip, teori, dan teknik – teknik metodologis pembelajaran yang semakin produktif dan efisien. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatifDalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan deskriptif untuk mendeskripsikan sebuah keadaan pembelajaran dipondok pesantren dan strategi pengembangan pembelajaran kitab kuning yang diinginkan di lembaga PPRU I Malang untuk pengembangan rencana pembelajaran.Pengembangan rencana pembelajaran berjalan baik, hasil dari pengembangan pembelajaran sebagai berikut:Santri lebih aktif menerima informasi dan berusaha untuk mencari refrensi sendiri.Santri lebih aktif bermusyawarah sesama teman tentang materi pelajaran yang belum difahami.Santri lebih mudah terkontrol dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh ustadz.Suasana kelas lebih menyenangkan, sehingga sehingga pembelajaran berjalan dengan baik dan terfokus pada materi yang disampaikan.Kata kunci : strategi, pengembangan dan pembelajaran ABSTRACT Pesantren is a non-formal educational institution that uses the traditional system for learning, but lately it has encountered difficulties in controlling the learning and understanding of students. Many of the students are getting bored, not focused until they are lazy to enter a teaching and learning process. So many of them have difficulty understanding the yellow book.Actually, it is not a problem of the conventional pesantren learning system and methodology. The fundamental problem is how the existing systems and methodologies are enriched with the accommodation process and intervention of modern learning technology, which incidentally continues to find various principles, theories, and methodological techniques of learning that are increasingly productive and efficient.This research is a qualitative research In this study, the researcher used a descriptive approach to describe a learning situation in Islamic boarding schools and the desired yellow book learning development strategy at the PPRU I Malang institution for the development of lesson plans.The development of the lesson plan is going well, the results of the learning development are as follows: 1. Santri are more active in receiving information and trying to find their own references. 2. Santri are more active in deliberation with their friends about subject matter that has not been understood. 3. Santri are more easily controlled in doing the tasks given by the ustadz. 4. The classroom atmosphere is more fun, so that learning goes well and is focused on the material presented. Keywords: strategy, development and learning
INTERNALISASI NILAI-NILAI MULTIKULTURAL MELALUI KEGIATAN KEAGAMAAN DI SEKOLAH (STUDI KASUS DI SMAN 1 GRATI KABUPATEN PASURUAN) ahmad muzammil
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.668 KB)

Abstract

Intoleransi berawal dari minimnya pemahaman tentang agama dan minimnya kesadaran tentang perbedaan. Peserta didik di sekolah tingkat lanjutan relatif mudah dipengaruhi oleh lingkungan dan menjadi target potensial perekrutan oleh kelompok radikalisme yang mengatasnamankan agama. Lingkungan sekolah yang ditanamkan nilai-nilai multikultural akan memberikan warna bagi peserta didik yang berkarakter religius, tasamuh dan tawasuth.  Peneltian dilakukan pada Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, serta peserta didik. Hasil penelitian ditemukan bahwa : nilai-nilai yang dijadikan dasar kegiatan keagamaan di SMAN 1 Grati, yakni nilai-nilai religius, menanamkan sikap tasamuh (toleransi) dan  menanamkan sikap tawasuth (moderat) melalui proses pemberian pengetahuan tentang moral, proses menumbuhkan kesadaran moral dan proses melatih melakukan kebiasaan baik dalam menanamkan nilai-nilai multikultural melalui kegiatan keagamaan di SMAN 1 Grati. Kegiatan keagamaan yang diteliti adalah kegiatan tilawatul Qur’an, kegiatan Jum’at legi, buletin Islami dan peringatan hari besar Islam.
KELAS BERSAMA DALAM MEWUJUDKAN NILAI-NILAI MODERASI PENDIDIKAN ISLAM MELALUI BUDAYA SEKOLAH MULTIKULTURAL Firmansyah Firmansyah
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.496 KB)

Abstract

Sekolah Menengah Atas Sultan Iskandar Muda kota Medan di bawah naungan Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda yang terletak di jalan Tengku Amir Hamzah Pekan I Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Kotamadya Medan. Sekolah SMA Sultan Iskandar Muda memiliki keunikan tersendiri seperti 1) Religion: agama yang diakui oleh pemerintah seperti Islam, Kristen, Budha, dan Hindu ada di sekolah ini, selanjutnya Masjid, Gereja, Pura, serta Kuil dibangun secara permanen di sekolah ini. 2) Culture: kemajemukan bahasa, tradisi, nilai, keyakinan, mitos, norma, dan berbagai suku seperti suku Batak, Jawa, Tionghoa, Tamil, Mandailing, Melayu, Karo, Aceh, Padang, Nias, Sunda, Banten Palembang, Ambon dan Pakistan ada di sekolah ini. 3) Economic: warga sekolah SMA Sultan Iskandar Muda memiliki berbagai tingkatan status sosial ekonomi, seperti anak asuh atau anak kurang mampu, anak orang mampu dan donatur. Penelitian ini bertujuan pertama: mendeskripsikan nilai-nilai moderasi pendidikan Islam melalui budaya sekolah multicultural. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan pendekatan etnografi realis Crasswell. Teknik pengumpulan data dengan teknik observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah kelas bersama mewujudkan nilai-nilai moderasi pendidikan Islam melalui budaya sekolah multikultural di SMA Sultan Iskandar Muda yang pertama nilai terbuka, kedua nilai dialog, ketiga toleransi dan keempat tidak ekstrim dalam beragama.Kata Kunci: toleransi, dialog, terbuka dan tidak ekstrim dalam beragama
INOVASI STRATEGI PEMBELAJARAN INKLUSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN KARAKTER SISWA DI SMK NEGERI 2 MALANG Wiwin Siswatini; Mohammad Afifulloh
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 3, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.247 KB)

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan inovasi strategi pembelajaran inklusi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan karakter siswa di SMKN 2 Malang. Pendekatan dalam penelitian ini adalah paradigma kualitatif jenis studi kasus, tekhnik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam analisa data, peneliti menggunakan teori analisis menurut Milles dan Huberman yang dikelompokkan dalam kondensasi, men-display data dan penarikan kesimpulan, kemudian diadakan analisis lintas kasus. Dalam pengecekan keabsahan data peneliti menggunakan metode perpanjangan keikutsertaan, perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan pengamatan dan triangulasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1 Strategi Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Islam di SMKN 2 Malang secara garis besar menggunakan: (a) Pembelajaran berorientasi pada siswa (PBAS). (b) Strategi Pembelajaran Kooperatif (SPK) (c) Strategi pembelajaran kontekstual (CTL). (d) Strategi pembelajaran afektif. 2. Upaya Inovasi Strategi Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Islam di SMKN 2 Malang adalah sebagai berikut: a. Strategi Pengorganisasian meliputi: urutan isi pembelajaran (kurikulum) dari yang bersifat sederhana ke kompleks atau dari yang bersifat umum ke rinci. b.Strategi Penyampaian, meliputi penyampaian klasikal dan individual dan menggunakan media pembelajaran, c. Strategi Pengelolaan, meliputi:  metode yang digunakan guru bervariasi yang bisa membangkitkan daya persepsi, hasrat ingin meneliti,dan pengelolaan penempatan kelas inklusi, 3. Model Penempatan Siswa Inklusi Guru Pendidikan Agama Islam di SMKN 2 Malang, yaitu: a. Model Kelas Reguler (Inklusi Penuh). b. Kelas Reguler dengan Pull Out. c. Model Subtitusi. Kata kunci: Inovasi, strategi pembelajaran, Pendidikan karakter sekolah inklusi.
AKAD JUAL BELI ONLINE DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF Muhammad Khisom
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.784 KB)

Abstract

Internet as an information and electronic communication media has been widely used for various activities, including browsing, searching for data and news, sending messages via email, communicating through social networking sites, and including trading or buying and selling. Trading activities using internet media are known as electronic commerce, or online trading. In online buying and selling between sellers, buyers, goods that are traded and contracts that apply, everything applies above online where all are in cyberspace, irregularities and fraud often occur. The term online can be concluded with greetings in the era of the Prophet legalized by law and its validity or online buying and selling of the law may be in Islamic law. In positive law, it can refer to Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection and Electronic Information and Transaction Law (UU ITE) Keywords: online transactions, positive law, Islamic lawInternet sebagai suatu media informasi dan komunikasi elektronik telah banyak dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, antara lain untuk menjelajah (browsing), mencari data dan berita, saling mengirim pesan melalui email, komunikasi melalui situs jejaring sosial, dan termasuk untuk perdagangan atau jual beli. Kegiatan perdagangan dengan memanfaatkan media internet ini dikenal dengan istilah electronic commerce, atau perdagangan online. Dalam jual beli online antara penjual, pembeli, barang yang diperjual belikan serta akad yang berlaku, semuanya berlaku diatas talian online yang mana semuanya berada di dunia maya, penyimpangan dan penipuan pun kerap terjadi.  Istilah online bisa diqiyaskan dengan akad salam dizaman nabi yang dilegalkan hukum dan keabsahanya atau jual beli online hukumnya boleh dalam hukum Islam. Dalam hokum positip dapat mengacu  pada UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Kata Kunci : transaksi online, hukum positip, hukum Islam  
MODEL PENDIDIKAN KARAKTER SANTRI (KAJIAN PROSES PEMBELAJARAN DALAM MEMBANGUN KARAKTER SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL MUBAROK ROUDLOTUL NUR IHSAN KECAMATAN PONCOKUSUMO MALANG) Nahru Nizar
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 3, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.928 KB)

Abstract

AbstrakGenerasi penerus bangsa saat ini mengalami degradasi moral yang terjadi di tengah masyarakat khususnya pada remaja. Dari beberapa fenomena yang terjadi, lembaga pendidikan pondok pesantren Roudlotul Nur Ihsan Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang merupakan lembaga yang konsisten dalam mengatasi persoalan penurunan moral khusunya dalam pembentukan karakter pada santri Nilai-nilai pendidikan karakter yang diterapkan di pondok pesantren Al Mubarok Roudlotul Nur Ihsan adalah  nilai iman dan taqwa sebagai pondasi dalam penanaman nilai-nilai karakter yang lain. Selain itu terdapat karakter hormat kepada orang tua maupun guru, karakter tolong menolong (ta’awun), karakter cinta akan ilmu (tafaaquh fiddiin), karakter mengamalkan ilmu, karakter menyebarkan ilmu (nasyrul ilmi), karkater cinta kebersihan (an-nadzofah), dan karakter kemandirian. Pendidikan karakter dilaksanakan melalui proses pengajian antara kyai dan santri, ustad dan santri dan keseharian kultur/budaya dalam pesantren. Model pendidikan karakter yang diterapkan meliputi tiga tahapan. Tahapan strategi meliputi; mewujudkan visi dan misi serta tujuan pondok pesantren dalam membentuk karakter santri melalui budaya kulturisasi dalam pesantren yang didasari nilai-nilai karakter dalam islam. Tahapan metode dilaksanakan melalui; metode pembiasaan, dan metode keteladanan. Tahapan evaluasi dilaksanakan mulai dari penyeleksian dalam menerima santri baru, diagnostik (spontanitas), penempatan santri dalam hal minat dan bakat, ujian formati dan sumatif yang dilaksanakan oleh seluruh anggota pondok pesantren.Kata kunci: Model pendidikan, karakter, santri, pondok pesantren AbstractThe next generation of the nation is currently experiencing moral degradation in society, especially teenagers. From several phenomena that occur, the Roudlotul Nur Ihsan Islamic boarding school education institution, Poncokusumo District, Malang Regency is an institution that is consistent in overcoming the problem of moral decline, especially in character building for students. and taqwa as the foundation in planting other character values. In addition there are characters of respect for parents and teachers, characters of help to help (ta'awun), characters of love for knowledge (tafaaquh fiddiin), characters of practicing knowledge, characters of spreading knowledge (nasyrul ilmi), characters of love for cleanliness (an-nadzofah), and a character of independence. Character education is carried out through the recitation process between kyai and santri, ustad and santri and daily culture / culture in the pesantren. The character education model that is applied includes three stages. The strategy stages include; realizing the vision and mission as well as the objectives of the Islamic boarding school in shaping the character of the students through a culture of culture in the pesantren which is based on the values of character in Islam The method is carried out through stages; habituation method, and exemplary method. The evaluation stages are carried out starting from selection in accepting new students, diagnostics (spontaneity), placement of students in terms of interests and talents, formal and summative examinations carried out by all members of the boarding school.Keywords: Education model, character, islamic student, islamic boarding
MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SMA PRIMAGANDA JOMBANG Aris Ahmad
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.425 KB)

Abstract

This research is titled Model of productive waqf management in Raudlatul Ulum foundation, Ganjaran village, Godanglegi sub-district, Malang Regency. This study aims to change the mindset of 'the general public who understands that waqf property is only for places' of worship and educational institutions, assuming that waqf property belongs to Allah' which cannot be othak-oathik anymore. But actually waqf objects can be managed so that ‘develops (productive). This study uses a qualitative method. The results of this study 'state that the waqf model at the Raudlatul Ulum foundation as a whole uses the' traditional waqf model.Keywords: Model,Management, ProductivePenelitian’ ini berjudul Model pengelolan wakaf produktif di yayasan Raudlatul Ulum desa ganjaran ‘kecamatan Godanglegi Kabupaten Malang. Penelitian ini bertujuan Untuk mengubah pola’ pikir masyarakat pada umumnya yang memahami bahwa harta wakaf hanya untuk tempat’ ibadah dan lembaga pendidikan, mengannggap bahwa harta wakaf adalah milik Allah yang’ tidak bisa di othak-oathik lagi. Namun sebenarnya benda wakaf itu bisa dikelola supaya ‘berkembang (produktif). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian’ ini menyatakan model wakaf pada yayasan Raudlatul Ulum secara keseluruhan menggunakan ‘model wakaf tradisional.Kata kunci: model, pengelolaan, produktif
KELUARGA SAKINAH PADA PASANGAN SUAMI ISTRI TUNANETRA DI KELURAHAN KOTALAMA KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG Fahrur Rozi
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.422 KB)

Abstract

Abstrak Sebuah keluarga diandalkan untuk menjadi sumber kebahagiaan, keselarasan dan cinta untuk semua kerabat. Demikian juga, tunanetra, meskipun mereka memiliki cacat yang sebenarnya, tidak dapat melihat, bagaimanapun mereka adalah ciptaan Allah, makhluk Allah sehingga mereka memiliki hak dan komitmen dalam hidup mereka untuk beribadah kepada Allah. Di kelurahan kotalama kecamatan kedungkandang kota malang terdapat pasangan Suami Istri tunanetra yang telah Menjalani Kehidupan Rumah Tangga yang Harmonis. Disitulah penulis punya inisiatif melakukan penelitian bahwa penelitian tersebut menarik untuk diteliti pada pasangan suami istri tunanetra. Dari fenomena di atas, maka Fokus Penelitian ini adalah: (1) Bagaimana Pemaahaman Pasangan Suaami Istri Tunaanetra Terhadap Keeluarga Yang Sakiinah. (2) Bagaimana Upaaya Pasaangan Suami Istri Tunaanetra dallam Mewujudkan Keluarga yang Sakinah. (3) Bagaimana penyelesaian konflik yang terjadi pasangan suami istri tunanetra terhadap rumah tangga. Penelitian ini menggunakan penelitian Deskriiptif Kualiitatif, Metode Yang Diigunakan Dalam Peneliitian ini Waawancara, Obseervasi, dan Dokumentasii, Subjek yang diiteliti adalah Sepaasang Suamii Istrii Tunaanetra yang tiinggal di daerah kelurahan kootalama kecamatan kedungkandang kota malang. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa: (1) Pemahaaman pasaangan suamii istrii tunanetra keluarga sakinah adalah keluarga yang adem ayem, tentram dan selalu hidup rukun. Tiap permasalahan yang muncul mereka mengatasi dengan cara saling lemah lembut, dan adanya rasa pengertian diantara sesama anggota keluarganya. (2) Untuk Mewujdkn Keluarga Sakiinah merupakan adnya saliing Pengrtian, antara suamii maupn Istrii hndaknya saliing memahami dan Mengertii tentang keadaan Masng-Masng baik secara fisik maupun Mentall (tunanetra). pasangan tunanetra pernah berkata “lebih baik mencari nafkah halal, berangkat pagi pulang malam, keringat dingin, sering di maki-maki orang, dari pada meminta-minta, atau menjadi pengemis di pinggir jalanan. Hidup lebih barokah dan di ridhai allah SWT. (3) Konflik yang terjadi pasangan suami istri tunanetra adalah ketika ekonomi dalam keadaan menurun, dimaki-maki orang dan yang paling berat ketika istrinya hamil pertama merupakan kepanikan dalam sebuah keluarga tunanetra. Ketika para pasangan tunanetra mengalami permasalahan seperti itu tunanetra menyelesaikan dengan lapang dada, senyuman, saling pengertian, saling mengalah antra satuu dngan yang laiin dan yang terakhir yaqinlah kita punya gusti allah yang maha melihat dan pemberi rezeki. Kata kunci: keluarga sakinah, pasangan suami istri, tunanetra     Abstract A family is relied upon to be a wellspring of bliss, congruity and love for all relatives. Likewise, the visually impaired, despite the fact that they have actual handicaps, can't see, however they are Allah's creation, Allah's animals so they have rights and commitments in their lives to venerate Allah. In the Kotalama Village, Kedungkandang District, Malang City, there is a blind husband and wife who have lived a harmonious household life. That's where the author took the initiative to conduct research that the research is interesting to study on blind couples. From the phenomena above, the focus of this research is: (1) How is the understanding of a blind husband and wife towards a sakinah family. (2) How are the efforts of a blind husband and wife in realizing a sakinah family. (3) How to resolve conflicts that occur between husband and wife who are blind to the household. This study uses descriptive qualitative research, the methods used in this study are interviews, observation, and documentation. The subjects studied were a blind husband and wife living in the area of Kedungkandang District, Malang City. From the results of the research that has been carried out, it can be concluded that: (1) The understanding of the blind husband and wife of the Sakinah family is a family that is calm, peaceful and always lives in harmony among fellow members. Every problem that arises they overcome by sharing with each other, talking from heart to heart and having a sense of understanding among family members. (2) To realize a sakinah family, there is mutual understanding, between husband and wife should understand and understand each other's circumstances both physically and mentally (blind). a blind couple once said “it is better to earn a halal living, leave early in the morning and come home late at night, sweat cold, often cursed at by people, than beg, or be beggars on the street. Life is more blessed and in the pleasure of Allah SWT. (3) Conflicts that occur between a blind husband and wife are when the economy is in a state of decline, people are cursed at and the most severe when his wife is pregnant for the first time is panic in a blind family. When blind couples experience problems like that, the visually impaired solve gracefully, smiles, understands each other, succumbs to each other and finally, rest assured, we have God who is all-seeing and the giver of sustenance. Keywords: harmonious family, married couple, blind  
KOMPETENSI MULTIKULTURAL GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Abdul Halim
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.394 KB)

Abstract

Indonesia sebagai negara majemuk dengan keberagaman budayanya memerlukan sosok guru yang mempunyai kompetensi multikultural dalam proses pendidikannya. Hal ini didasarkan pada pentingnya guru yang menyadari realitas kehidupan bangsa Indonesia. Terlebih lagi bagi guru Pendidikan Agama Islam yang menginternalisasikan nilai-nilai agama kepada peserta didik. Ia dituntut untuk dapat melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan realitas bangsa yang multikultur, oleh karena terkadang agama dijadikan alasan untuk abai terhadap keragaman budaya serta bersikap eksklusif kepada peserta didik. Kajian ini berupaya untuk mendeskripsikan dan menganalisis kompetensi multikultural guru PAI dan implementasinya dalam pembelajaran. Lokus kajian ini berada pada forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi dengan arti bahwa bagaimana guru menyadari keberagaman yang ada dalam kehidupan terhadap relevansi kebutuhan kompetensi multikultural guru PAI. Hasil penelitian menyatakan pertama bahwa dalam konteks kehidupan multikultural dan keragaman peserta didik, guru PAI dituntut untuk mempunyai kompetensi keilmuan, multikultural, profesional, sosial dan leadership. Kedua, ruang lingkup kompetensi multikultural dapat diklasifikasikan pada aspek sikap positif, basis pemahaman multikultural, skill pedagogi dan kompetensi leadership guru PAI Kata Kunci: Kompetensi Multikultural, Guru PAI