Bawang merah merupakan komoditas strategis dan penyumbang inflasi terbesar nomor dua di masa pandemic Covid 19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani bawang merah. Data penelitian menggunakan data primer, dikumpulkan melalui wawancara langsung kepada 40 petani bawang merah di Desa Tawangsari, kecamatan Pujon, Data penelitian menggunakan data primer melalui wawancara langsung ke patani bawang merah. Analisis data menggunakan model regresi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan petani bawang merah sebesar Rp. 48.515.548 per hektar per satu kali musim tanam. R/C Ratio bawang merah sebesar 3,36. Bibit dan pupuk ZA sangat berpengaruh (99% atau p<0.01) dan positif terhadap produksi usahatani bawang merah dengan koefisien regresi sebesar 0,492%, Kenaikan penggunakan bibit 1% meningkatkan produksi bawang merah sebesar 0,492%. Kenaikan pemakaian pupuk ZA 1% meningkatkan produksi bawang merah sebesar 0,402%. Sedangkan Pupuk Phonska berpengaruh (95% atau p<0.05) dan positif terhadap produksi bawang merah dengan koefisien regresi sebesar 0,133%. Artinya, kenaikan pemakaian pupuk Phonska 1% meningkatkan produksi bawang merah sebesar 0,133%.Kata kunci: Penerimaan, Produksi
Copyrights © 2020