Dalam kenyataannya, kehidupan manusia tidak pernah lepas dan selalu dihiasi oleh tragedy dan peperangan yang tidak berkesudahan. Dimulai dari dua anak anak Qabil dan Habil yang bertikai akhirnya ada yang binasa sampai pada zaman IT (Informasi Tekhnologi) ini, perang, tindak kekerasan, kekejaman sepertinya tak berkesudahan dan sudah merupakan bagian integral dari manusia.
Al Qurâan pun mengakui memang pertentangan diantara manusia itu sendiri yang memungkinkan terjadinya peperangan, kekerasan bahkan kekejaman merupakan hal yang tak bisa dihindarkan, karena pada dasarnya Allah menciptakan kencenderungan sama antara kebaikan dan kejahatan (al Qurâan[91];8-9), adanya syaitan yang dengan segala upayanya membujuk manusia agar melakukan kejahatan (Al Qurâan[7]:17), hingga peperangan merupakan realitas yang sangat mungkin terjadi sampai bumi kiamat.
Hingga bisa disimpulkan secara apriori bahwa utopia belaka jika bermimpi adanya dunia yang bebas dari segala kejahatan tanpa tragedi dan pertumpahan darah2. Namun bukan berarti ada pembiaran perang terjadi tanpa aturan-aturan yang diatur secara terperinci, karena yang akan terjadi perang bukan lagi menjadi ajang pertahanan diri, namun menjadi ajang pembunuhan secara besar-besaran tanpa memperhatikan lagi hak asasi manusia.
Lalu, bagaimana dengan Islam apakah agama ini mendukung adanya perang daripada perdamaian dan apakah Jihad sebagai satu-satunya jalan untuk penegakan atas nama agama, dan apakah dalam Islam adanya satu aturan baku, etika sebelum melakukan peperangan dan menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia.
Key : PERLINDUNGAN,ETIKA PERANG DALAM ISLAM
Copyrights © 2014