Stunting merupakan bentuk masalah “kekurangan gizi kronik dan termanifestasi dalam bentuk gagal tumbuh yang dapat dimulai sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Desa Banjar Agung merupakan desa di wilayah Puskesmas Baradatu Kabupaten Way Kanan terdapat 14 anak bawah lima tahun (balita) yang menderita gizi kurang, 2 balita gizi buruk dan 10 balita mengalami stunting. Keadaan gizi kurang pada balita dapat berdampak pada terganggunya tumbuh kembang anak, menurunkan kecerdasan, serta meningkatkan risiko kesakitan dan kematian pada anak. Salah satu faktor penyebab stunting adalah pengetahuan yang tidak memadai dan praktik-praktik gizi yang tidak tepat. Safari sosialisasi stunting berupa Penyuluhan gizi dan demonstrasi pembuatan MP-ASI kepada ibu balita dan ibu hamil menjadi salah satu rekomendasi Unicef Indonesia untuk mengentaskan masalah stunting di Indonesia. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terutama ibu balita dan ibu hamil mengenai stunting dalam upaya pencegahan stunting sejak dini di Desa Banjar Agung. Metode yang digunakan adalah penyuluhan gizi dan demonstrasi pembuatan MP-ASI. Hasil yang didapatkan semua peserta safari sosialisasi stunting meningkat pengetahuan dan kesadaran mengenai stunting, terbentuk komitmen dan dukungan pihak pemerintah desa dalam upaya pencegahan stunting. Diharapkan kegiatan serupa yaitu penyuluhan gizi rutin dilaksanakan oleh kader posyandu. Perlunya dilakukan kegiatan peningkatan kapasitas kader terutama dalam memberikan penyuluhan dan pelatihan pembuatan MP-ASI Berbahan Pangan Lokal.
Copyrights © 2022