Fungsi air kepada manusia memang vital, mulai dari bangun pagi hingga tidur lagi tidak terlepas dari kebutuhan akan air. Air merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui, namun seiring pertambahan penduduk dan pembangunan perkotaan yang sangat pesat, keberadaan air mulai menurun baik dari segi kuantitas maupun kualitas. . Perilaku boros air bersih menyebabkan semakin banyak orang yang kehilangan akses terhadap air bersih. Berdasarkan kondisi air (kualitas maupun ketersediaan) di Indonesia, potensi sebagai negara yang kaya air tidak mampu menghindarkan Indonesia dari krisis air bersih . Setiap kali musim kemarau tiba berbagai daerah mengalami kekeringan air. Bahkan ketika musim penghujan pun krisis air bersih tetap mengintai lantaran surplus air yang kerap mengakibatkan banjir sehingga sumber air tidak dapat termanfaatkan. Gaya hidup hemat air bersih bisa diterapkan tanpa mengorbankan kebersihan dan kualitas sanitasi di rumah. Gerakan hemat air (GEMAR) merupakan upaya penghematan air yang berupa aksi nyata melalui pengurangan pemakaian air wudhu di kampus Politeknik TEDC Bandung. Seperti kita ketahui, bahwa hampir 90 % dari jumlah penduduk Indonesia adalah beragama Islam. Salah satu kewajiban sebagi seorang Muslim adalah sholat lima waktu, dimana sebelum melaksanakan sholat harus berwudhu terlebih dahulu. Jika sesuai dengan petunjuk Nabi Muhammad, berwudhu membutuhkan sekitar kurang lebih satu liter air. Namun sayangnya banyak umat Islam yang tidak paham , sehingga banyak yang berwudhu membutuhkan hampir dua liter air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata- rata jamaah berwudhu sebelum pemasangan plug valve adalah 2128,95 ml dan setelah pemasangan plug valve menghabiskan 895,11 ml artinya 1. Pemasangan plug valve bisa menghemat pemakaian air wudhu sebesar 1767.1 ml atau setara dengan 64.54%. 2. Pemasangan plug valve meningkatkan durasi berwudhu sebesar 3.65 detik atau setara 6.52%. Kata kunci : plug valve, air, wudhu, TEDC
Copyrights © 2021