Tedc
Vol 13 No 1 (2019): Jurnal TEDC

PERILAKU BETON NON-PASIR DENGAN AGREGAT BATU PECAH LIMBAH KERAJINAN

Ira Puspita Sari (Jurnal TEDC)



Article Info

Publish Date
10 Apr 2019

Abstract

Kemajuan teknologi yang terjadi di Indonesia mengarahkan pembangunan infrastruktur pada penggunaan struktur ringan dengan material lokal sebagai penunjang. Penggunaan material ringan sebagai bahan pembentuk struktur akan mengurangi berat total dari suatu bangunan, sehingga mengurangi bagian pendukung dan pondasi, dalam hal ini juga akan mengurangi biaya konstruksi keseluruhan suatu bangunan. Salah satu material struktur yang sangat populer digunakan di seluruh dunia adalah beton. Keunggulan dari beton adalah sifatnya yang mudah dibentuk sesuai dengan keinginan dan kekuatannya yang tinggi. Beton berasal dari material alam yaitu kerikil dan pasir yang dikenal dengan istilah agregat kasar dan agregat halus. Pada umumnya, penggunaan agregat pada beton konvensional masih menggunakan bahan-bahan alam yang jumlahnya terbatas.Pemanfaatan material batuan alami dalam jumlah yang besar dan terus menerus dapat mengancam kelestarian alam. Terkait hal ini maka penelitian beton non pasir ini menggunakan material yang berasal dari limbah industri rumahan, diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu solusi dalam mengurangi kerusakan ekosistem. Setelah melakukan observasi ke lapangan di daerah sekitar tempat tinggal peneliti, ternyata di sekitar Kota Cimahi tepatnya di Padalarang Kabupaten Bandung Barat banyak terdapat pengrajin cobek batu, ulekan dan lumpang. Dari pengrajin/industri rumahan tersebut banyak menghasilkan limbah pecahan batu. Keberadaan batu pecah limbah ini cukup melimpah dan pemanfaatannya belum banyak dilakukan, kalaupun ada hanya sebatas sebagai pengeras jalan atau bahan urugan saja.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sifat-sifat batu pecah limbah ini sebagai agregat beton non pasir, dan bagaimana sifat-sifat beton non pasir dengan agregat batu pecah limbah kerajinan, baik beton segar dan juga beton yang sudah kering. Pengujian yang dilakukan terhadap batu pecah limbah berupa analisa saringan, berat satuan, berat jenis, serapan air dan keausan agregat. Dalam penelitian beton non pasir ini benda uji sebanyak 30 buah berupa silinder yang berukuran diameter 15 cm dan tingginya 30 cm, faktor air semen (fas) 0,40 serta perbandingan adukan semen : agregat terdiri dari 6 variasi, yaitu 1:5, 1:6, 1:7, 1:8, 1:9 dan 1:10, dengan harapan dapat diketahui sifat-sifat teknis beton non pasir, meliputi : berat jenis, volume rongga, kuat tekan dan modulus elastisitasnya. Pengujian dilakukan setelah beton berumur 28 hari.

Copyrights © 2019