Proses pengerolan dingin pada pelat tembaga (Cu) dilakukan untuk mengetahui perubahan-perubahan yangterjadi baik dari segi sifat mekaniknya maupun struktur mikro tembaga. Uji keras menggunakan metoda mikroVickers dilakukan untuk melihat hubungan kekerasan sampel tembaga terhadap deformasi plastis yangditerimanya. Kekerasan sampel meningkat dari 96.7 VHN menjadi 116.7 VHN setelah diberikan total deformasisebesar 0.69. Nilai kekerasan menurun drastis setelah dilakukan proses annealing pada berbagai temperaturdi bawah dan di atas fasa rekristalisasinya yaitu 39.6 VHN ~ 57.6 VHN. Melalui metoda metalografi, strukturmikro sampel memperlihatkan butir yang memanjang dan pipih (elongasi) yang menandakan telah terjadideformasi plastis pada logam tersebut. Arah elongasi butirannya akan mengikuti arah deformasi yangdilakukan. Pada struktur mikro sampel yang telah dianil bentuk butirannya relatif bulat (equiaxial grain) yangmenandakan telah terjadi proses rekristalisasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungankekerasan dengan perubahan struktur butir karena deformasi plastis yang menyebabkan terjadinya dislokasibutir, dengan kata lain mekanisme ini dinamakan dengan strain hardening. Uji tarik untuk melihat kekuatanluluhnya tidak dilakukan.Kata kunci: tembaga, roll dingin, uji keras, struktur mikro, metalografi, rekristalisasi, dislokasi, annealing.
Copyrights © 2015