Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-ilmu Sosial
Vol. 1 No. 3 (2021)

Islam Kejawen: Lahirnya akulturasi Islam dengan budaya Jawa di Yogyakarta

Uskuri Lailal Munna (Universitas Negeri Malang)
Lutfiah Ayundasari (Universitas Negeri Malang)



Article Info

Publish Date
31 Mar 2021

Abstract

Islam entered Nusantara through several routes, including trade, marriage, education, preaching, etc. Java itself is one of the regions in the archipelago where Islam is spreading. Before getting to know Islam, Javanese people had previously embraced animism and dynamism, Hinduism-Buddhism, and then entered Islam, which in the process of spreading Islam made people's lives begin to change for the better. Islam can be accepted by the Javanese people, but even though they have changed their beliefs to embrace Islam, in fact various kinds of cultures and traditions from their previous ancestors are still firmly held and carried out by the Javanese people. The conditions that occurred in the Javanese people made them feel like living by adhering to two religions, where the teachings of their ancestors and the teachings of Islam were brought together and created a new acculturation. This cultural mixing between Islam and the native culture of the Javanese people is known as Islam Kejawen, which was born in Java, one of which is Yogyakarta, Central Java. Islam masuk ke Nusantara melalui beberapa jalur, di antaranya perdagangan, pernikahan, pendidikan, dakwah, dll. Jawa sendiri menjadi salah satu wilayah di Nusantara yang menjadi lokasi persebaran Islam. Sebelum mengenal agama Islam, masyarakat Jawa sebelumnya telah menganut kepercayaan animisme dan dinamisme, Hindu-Buddha, dan kemudian masuklah agama Islam, dimana pada proses menyebarnya Islam tersebut yang menjadikan kehidupan masyarakatnya mulai berubah ke arah yang lebih baik. Agama Islam dapat diterima oleh masyarakat Jawa, namun meskipun telah merubah kepercayaan mereka untuk menganut agama Islam, nyatanya berbagai macam kebudayaan serta tradisi dari para leluhur terdahulu masih dipegang teguh dan dilaksanakan oleh masyarakat Jawa. Kondisi yang terjadi pada masyarakat Jawa tersebut membuat mereka seperti hidup dengan menganut dua agama, dimana ajaran-ajaran dari para leluhur serta ajaran agama Islam dipertemukan dan menciptakan akulturasi baru. Percampuran budaya antara agama Islam dengan kebudayaan asli masyarakat Jawa itulah yang disebut sebagai Islam Kejawen, yang lahir di Jawa, salah satunya yaitu di Yogyakarta, Jawa Tengah.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

fis

Publisher

Subject

Humanities Education Environmental Science Social Sciences

Description

Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) is a journal focused on articles of research and community service in social sciences and humanities such as civics, laws, history, economics, sociology, geography, anthropology, politics, culture, religion, and also educational ...