Berita Kedokteran Masyarakat
Vol 32, No 9 (2016)

Determinan kejadian TB Paru BTA (+) di Kabupaten Bandung Barat

Fitria Agustina (Departemen Biostatistik, Epidemiologi dan Kesehatan Populasi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada)
Yusrizal Djam’an Saleh (Rumah Sakit Dr. Sardjito Yogyakarta)
Hari Kusnanto (Departemen Biostatistik, Epidemiologi dan Kesehatan Populasi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada)



Article Info

Publish Date
30 Mar 2018

Abstract

Latar belakang : Penyakit menular Tuberkulosis masih menjadi perhatian didunia dan belum ada satu negara pun yang bebas TB, termasuk Indonesia. Menurut Global Tuberculosis Control Report tahun 2009, Insiden kasus baru TB BTA (+) di Indonesia tahun 2007 sebesar 102 per 100.000 penduduk dan prevalensi sebesar 244 per 100.000 penduduk. Capaian prevalensi Kabupaten Bandung Barat (KBB)tahun 2011 yaitu 517 per 100.000 penduduk dan capaian Case Detection Rate yang masih rendah yaitu 49,64%. Kondisi sanitasi lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan merupakan determinan sumber penularan penyakit termasuk tuberkulosis paru.Tujuan dan metode penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinasi kejadian TB Paru BTA (+) di Kabupaten Bandung Barat. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan desain kasus kontrol. Subjek penelitian adalah masyarakat 15 tahun keatas datang berobat ke puskesmas dan diagnosis pasien TB BTA (+) sebagai kelompok kasus, serta pasien yang diagnosis bukan penderita TB oleh dokter pemeriksa di puskesmas sebagai kelompok kontrol. Sampel yang diambil sebanyak 140 orang. Analisis data dilakukan dengan analisis univariabel, bivariabel dan multivariabel.Hasil Penelitian. Karakteristikindividupendapatan dan pendidikan berhubungan signifikan dengan kejadian TB Paru BTA (+) (p-value 0,040 dan 0,037 < 0,05), Lingkunganfisik,kebiasaan merokok,dinding, lantai rumah, kelembaban, ventilasi, pencahayaan, bahan bakar masak, paparanasaprokok berhubungan signifikan dengan kejadian TB Paru BTA (+) (p-value< 0,05). Riwayat kontak (p-value 0,946  > 0,05) dan riwayat imunisasi BCG (p-value 0,611 >0,05)tidak berhubungan signifikan dengan kejadian TB Paru BTA (+)Kesimpulan.Ventilasidan bahan bakar untuk memasak berhubungan signifikan dengan kejadian TB Paru BTA (+) (p-value, 0,002, dan 0,004< 0,05).

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

bkm

Publisher

Subject

Nursing Public Health

Description

Berita Kedokteran Masyarakat (BKM Public Health and Community Medicine) is a peer-reviewed and open access journal that deals with the fields of public health and public medicine. The topics of the article will be grouped according to the main message of the author. This focus covers areas and scope ...