Latar Belakang: Peningkatan angka infeksi HIV pada anak usia 1-14 tahun kemungkinan besar berasal dari ibu sejak kandungan. Penularan HIV dari ibu ke anak dapat di tekan dengan mengetahui status HIV ibu, sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.Yogyakarta merupakan daerah terkonsentrasi HIV sehingga setiap ibu hamil harus dilakukan pemeriksaan HIV.Cakupan ibu hamil yang melakukan tes HIV pada tahun 2014 dipuskesmas yang menyediakan fasilitas pemeriksaan HIV hanya sebesar 50%.Persepsi, dukungan tenaga kesehatan, informasi tentang HIV dan faktor lainnya berpengaruh pada pemeriksaan tes HIV pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor yang mempengaruhi perilaku ibu hamil untuk melakukan tes HIV di puskesmas kota YogyakartaMetode: Menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Kuantitatif bersifat deskriptif analitik dengan desain observasional berupa rancangan cross sectional untuk melihat hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat.Kualitatif berupa wawancara mendalam untuk mendukung hasil penelitian kuantitatif.Hasil:Jumlah subjek penelitian sebesar 85 orang dengan usia rata-rata 25-34 tahun, dan responden yang melakukan tes HIV sebesar 92.94%Analisis bivariabel menunjukkan tidak adanya hubungan yang bermakna secara statistik namun secara praktis berhubungan antara pengetahuan HIV, persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, paparan informasi, dukungan tenaga kesehatan dan usia kehamilan dengan perilaku ibu hamil melakukan tes HIV di Puskesmas Kota YogyakartaKesimpulan: Hampir seluruh ibu hamil melakukan tes HIV di puskesmas walaupun tidak seluruh ibu memiliki pengetahuan, persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, paparan informasi, dukungan tenaga kesehatan yang tinggi, dan persepsi hambatan yang rendah, hal ini karna tes HIV merupakan tes atas inisiatif tenaga kesehatan dan merupakan program dari pemerintah.
Copyrights © 2016