Berita Kedokteran Masyarakat
Vol 33, No 4 (2017)

Sikap dan beban kerja, dan kelelahan kerja pada pekerja pabrik produksi aluminium di Yogyakarta

Bambang Hermawan (Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada)
Soebijanto Soebijanto (Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada)
Widodo Haryono (Department of Health Behavior, Environment and Social Medicine Faculty of Medicine Universitas Gadjah Mada)



Article Info

Publish Date
01 Apr 2017

Abstract

Latar belakang: Peran tenaga manusia sampai saat ini merupakan hal utama dan paling penting dalam proses produksi, tidak sedikit proses produksi yang masih menggunakan peralatan manual yang melibatkan peran manusia, atau lebih dikenal dengan pekerjaan manual. Padahal manusia memiliki keterbatasan khususnya dari segi fisik sehingga dapat menimbulkan kelelahan. Ditemukan beberapa persoalan sebagian besar cara kerja tidak dilakukan secara tidak ergonomis seperti posisi kerja jongkok, teknik pengangkatan beban yang keliru, sifat pekerjaan yang cepat karena pekerja di tuntut untuk mengejar target pekerja berisiko mengalami kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk adalah untuk mengetahui pengaruh usia, masa kerja, status gizi, durasi tidur, kebiasaan merokok sikap kerja dan beban kerja terhadap kelelahan kerja pada pekerja pabrik unit produksi “SP” alumunium Kota Yogyakarta.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan studi cross sectional. Populasi berjumlah 153 orang, sampel diambil berdasarkan total sampling pada unit produksi  pabrik “SP” Alumunium. Data dianalisis dengan menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat.Hasil: Dari hasil analisis yang dilakukan, usia dengan kelelahan kerja p value = 0,040 (p<0,05, OR=2,52), , masa kerja dengan kelelahan kerja p value = 0,047 (p<0,05, OR=2,36), status gizi dengan kelelahan p value = 0,590 (p<0,05, OR=1,27), durasi tidur dengan kelelahan p value = 0,045 (p<0,05, OR= 0,045), kebiasaan merokok dengan kelelahan p value = 0,268 (p<0,05, OR= 1,61), sikap kerja dengan kelelahan p value = 0,045 (p<0,05, OR=2,4), beban kerja dengan kelelahan p value = 0,013 (p<0,05, OR=3,18). Analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik mengungkapkan variabel yang paling mempengaruhi diantara semua variabel yaitu sikap kerja p value=0,022 dengan tingkat risiko 3 kali lebih besar pada sikap kerja kategori berat dan usia p value= 0,019 dengan tingkat risiko 3 kali lebih besar pada orang usia >35 tahun.Kesimpulan: Berdasarkan hasil diatas bahwa variabel sikap kerja, beban kerja, usia, masa kerja, durasi tidur mempengaruhi kelelahan kerja sedangkan variabel status gizi dan kebiasaan merokok tidak mempunyai pengaruh terhadap kelelahan kerja.

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

bkm

Publisher

Subject

Nursing Public Health

Description

Berita Kedokteran Masyarakat (BKM Public Health and Community Medicine) is a peer-reviewed and open access journal that deals with the fields of public health and public medicine. The topics of the article will be grouped according to the main message of the author. This focus covers areas and scope ...