Latar belakang: Filantropi suatu kepedulian sosial yang diwujudkan dalam bentuk memberi baik harta, fasilitas, ilmu dan tenaga, dalam satu dekade ini banyak digaungkan oleh berbagai organisasi. Filantropi dinilai mampu mengatasi masalah berbagai sektor termasuk gizi. Di Indonesia, Filantropi sebenarnya telah lama mengakar dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, penelitian ilmiah filantropi khususnya bidang gizi belum banyak diangkat. Penelitian dilakukan untuk mengetahui potensi pengembangan riset filantropi gizi dengan mengeksplorasi praktik-praktik filantropi gizi di Indonesia. Metode: Jenis penelitian adalah kualitatif dengan menggunakan metode studi literatur yakni mengumpulkan berbagai referensi teori yang relevan dari buku, jurnal, laporan penelitian, dan situs-situs internet. Hasil: Terdapat tiga analisis pendekatan dalam filantropi yaitu karitas (charity approach), filantropi ilmiah (scientific philanthropy) dan neo filantropi ilmiah (new scientific philanthropy). Peran filantropi dalam layanan, advokasi, budaya, kewarganegaraan dan terdepan telah dilakukan oleh berbagai pihak. Praktik secara individu dan komunitas seperti dibukanya “Restoran Fakir Miskin" dan “Warung Nasi Kuning” untuk kaum dhuafa dan fakir miskin, aksi sosial dan kampanye food sharingoleh komunitas Brotherfood , serta komunitas Slow Food mencatatkan beras Adan varietas hitam dan garam gunung Krayan (Tucu’) ke dalam Ark of Taste untuk melindungi pangan lokal. Adapun kepedulian sosial yang digerakkan lembaga diantaranya : upaya Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam mengatasi gizi buruk di Papua, upaya Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dalam advokasi budaya pangan nusantara, bantuan Dompet Dhuafa kepada desa adat Kasepuhan Sinar Resmi untuk memelihara tradisi menjaga benih unggul lokal. Program filantropi gizi yang dimotori oleh perusahaan yaitu : hibah penelitian seputar permasalahan gizi oleh Nutrifood, “Gerakan Nusantara” oleh PT Frisian Flag, “Warung Anak Sehat” oleh PT Sari Husada, serta program “Kebun Gizi” dengan membangun green house sebagai pusat pelatihan masyarakat oleh Sharp Electronics Indonesia. Beberapa social enterprise seperti Yayasan Cinta Anak Bangsa dan Kitabisa turut andil dalam filantropisme gizi. Simpulan: Ada banyak program filantropi gizi dan pangan yang sudah dilakukan oleh individu, komunitas, lembaga maupun perusahaan. Hal ini memberi ruang yang luas bagi peneliti Indonesia untuk mengembangkan riset kuantitatif ataupun kualitatif terkait topik filantropi gizi.
Copyrights © 2019