Tujuan: Masalah gizi pada balita dapat memberi dampak terhadap kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui riwayat ASI eksklusif dan pola konsumsi sebagai faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian gizi buruk pada balita di daerah pesisir Kota Kendari. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian obrevasional dengan desain case control. Kelompok kasus balita usia 12-47 bulan berstatus gizi buruk berdasarkan laporan cakupan pelayanan gizi Puskesmas Abeli, Mata dan Benu-Benua bulan Oktober 2018. Kelompok kontrol balita usia12-47 bulan yang berstatus gizi baik. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 64 sampel yang terdiri dari 16 sampel kasus dan 48 sampel control menggunakan kuesioner food recall 24 jam selama 2 hari tidak berturut-turut. Hasil: Analisis menunjukan riwayat ASI eksklusif (OR=1,000 CI 95%:0,683-1,937) bukan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian gizi buruk pada balita di daerah pesisir Kota Kendari, Pola konsumsi karbohidrat (OR=11,000 CI 95%:2,019-42,000), lemak (OR=6,600 CI 95%:1,825-23,873),protein (OR=11,400 CI 95%:3,091-43,052) merupakan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian gizi buruk pada balita di daerah pesisir Kota Kendari. Simpulan: Riwayat ASI eksklusif, bukan merupakan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian gizi buruk serta Pola konsumsi karbohidrat, lemak dan protein merupakan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian gizi buruk pada balita di daerah pesisir Kota Kendari. Adanya penyuluhan mengenai gizi seimbang kepada masyarakat pesisir, terutama ibu sehingga dapat memberikan makanan yang bervariasi kepada balitanya sehingga asupan makan cukup.
Copyrights © 2019