Berita Kedokteran Masyarakat
Vol 36, No 1 (2020)

Studi Kasus Analisa Beban Kerja Pelayanan Gizi Menurut Patton dan Sawicki di UPT Puskesmas Beji Kota Depok Provinsi Jawa Barat Tahun 2019

Gabe Gusmi Aprilla (Faculty of Public Health, Universitas Indonesia)



Article Info

Publish Date
25 Jan 2020

Abstract

Latar belakang: Tujuan: Untuk menganalisa upaya pelayanan gizi yang ada di UPT Puskesmas Beji Kota Depok Provinsi Jawa Barat Tahun 2019.Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, melalui wawacara mendalam pada 4 orang yaitu Kepala Puskesmas, Kepala Tata Usaha, Penanggung Jawab Mutu dan Tenaga Gizi.Hasil: Berdasarkan wawancara yang dilakukan terhadap petugas gizi UPT Puskesmas Beji Kota Depok diperoleh informasi pelayanan konseling gizi di dalam gedung tidak dapat dilakukan setiap hari pada saat jam kerja Puskesmas dikarenakan petugas gizi melakukan kunjungan rutin tiap bulan terjadwal ke 32 posyandu. Walaupun terjadwal petugas tidak dapat melakukan kunjungan ke seluruh posyandu dalam 1 bulan. Dikarenakan terbatasnya waktu dan tenaga mendistribusikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT)  bagi Balita gizi kurang dan gizi buruk serta PMT bagi ibu hamil KEK  dan  memantau balita gizi kurang dan gizi buruk di wilayah Kecamatan Beji yang padat penduduk, sehingga pendistribusian dan pemantauannya dibantu oleh kader. Adanya dua aplikasi pencatatan  dan pelaporan  yang berbeda yaitu Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) dari Kementerian Kesehatan dan aplikasi  lokal dari Dinas Kesehatan Kota Depok, sehingga menyita waktu dan tenaga. Sarana dan prasarana perangkat komputer dan fasilitas internet yang tidak memadai  serta tidak lengkapnya data penduduk berupa Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Hand phone (HP) yang merupakan variabel yang harus dimasukkan pada saat input data menggunakan aplikasi e-PPGBM dari Kementerian Kesehatan menyebabkan waktu dan tenaga menjadi tersita banyak. Kendala lain tidak kooperatifnya keluarga yang memiliki balita gizi buruk dan sering menolak dirujuk ke Puskesmas TFC (Therapeutic Feeding Center), sehingga menambah beban kerja petugas gizi untuk melakukan pelayanan gizi rawat jalan dengan pemberian konsultasi diit dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sesuai dengan Tata Laksana Gizi Buruk serta Audit Kasus Gizi Buruk untuk dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kota Depok.Kesimpulan: Upaya pelayanan gizi baik di dalam gedung dan di luar gedung kurang optimal karena pelayanan gizi hanya dilakukan oleh petugas gizi, sehingga agar pelayanan gizi di luar gedung berjalan optimal petugas mesti memberdayakan kader masyarakat dalam rangka meningkatkan pelayanan gizi.Kata kunci: beban kerja, pemberdayaan, kader, pelayanan gizi

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

bkm

Publisher

Subject

Nursing Public Health

Description

Berita Kedokteran Masyarakat (BKM Public Health and Community Medicine) is a peer-reviewed and open access journal that deals with the fields of public health and public medicine. The topics of the article will be grouped according to the main message of the author. This focus covers areas and scope ...