Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat

Determinan Kejadian Maternal Near Miss di Indonesia (Analisis Data Sekunder SDKI 2007)

Sindu Setia (Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya)
Rini Mutahar (Staf Pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya)
Suci Destriatania (Staf Pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya)



Article Info

Publish Date
01 Nov 2013

Abstract

Latar Belakang : Menurut WHO (2009) maternal near miss merupakan “wanita yang hampir meninggal tetapi dapat bertahan hidup dari komplikasi yang terjadi selama kehamilan, persalinan atau selama 42 hari setelah persalinan”. Wanita yang mengalami maternal near miss dapat memberikan informasi yang adekuat terkait keadaan yang dialaminya. Sehingga dengan mengetahui karakteristik ibu yang mengalami kejadian maternal near miss dan outcome dari kejadian tersebut maka dapat dilakukan pencegahan.Metode : Penelitian ini merupakan analisis lanjutan dari data SDKI 2007 dan menggunakan metode analitik dengan desain studi cross-sectional. Sampel penelitian ini merupakan wanita yang berumur 15-49 tahun pernah menikah dan memiliki anak terakhir yang lahir hidup atau mati 5 tahun sebelum serta memiliki kelengkapan data komplikasi kehamilan dan persalinan survei sebanyak 14559 responden. Teknik analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square dan dilakukan pembobotan yang memperhatikan cluster dan strata.Hasil Penelitian : Prevalensi kejadian maternal near miss sebanyak 341 (2,3%). Variabel independen yang dinyatakan berhubungan secara statistik dengan kejadian maternal near miss yaitu wanita yang berpendidikan rendah (OR=1.45 dan 95%CI =1,02-2,05), jarak kelahiran (OR=1,81 dan 95% CI=1,19-2,75), tempat persalinan (OR=0,55 dan 95%CI= 0,33-0,90), dan wanita yang memiliki riwayat persalinan Caesar (OR=1,67 dan 95%CI= 1,06- 2,61). Sedangkan outcome perinatal yang berhubungan dengan kejadian maternal near miss adalah berat bayi lahir rendah (BBLR) (OR=2,50 dan 95%CI= 1,49-4,18), bayi lahir mati (Stillbirth) (OR=12,18 dan 95%CI 3,60-41,20), kematian bayi dini (early neonatal death) (OR=2,62 dan 95%CI=1,17- 5,83).Kesimpulan : Beberapa variabel yang berhubungan dengan kejadian maternal near miss dapat dimodifikasi dengan meningkatkan kunjungan antennal care untuk mendeteksi ibu yang berisiko. Sehingga dapat memperkecil akibat kejadian maternal near miss.Kata Kunci : Maternal Near Miss, Komplikasi Persalinan, Komplikasi Kehamilan

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

jikm

Publisher

Subject

Public Health

Description

Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) is a scientific peer-reviewed journal. Its aims are to share out, to develop, to facilitate research findings in Public Health that it will give benefit to managers, decision makers, public health officer, health problem practitioners, lecturers, as well as ...