Pembelajaran di Indonesia rata-rata masih dilakukan secara tatap muka di dalam kelas. Akibat adanya pandemi covid-19 mahasiswa diminta untuk belajar dari rumah. Hal ini membuat sebagian besar mahasiswa merasa kesulitan dalam mengikutinya. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran perilaku belajar mahasiswa yang tidak berdaya pada pembelajaran ekonomi secara daring di universitas negeri surabaya (Unesa). Dengan begitu dosen dapat melakukan perbaikan terkait metode pembelajaran daring yang dilakukannya. Metode penelitian ini menerapkan metode statistik deskriptif. Survey dilakukan terhadap 61 mahasiswa program studi Pendidikan ekonomi Unesa yang sedang menempuh mata kuliah sejarah pemikiran ekonomi. Hasil yang didapat adalah sebagian besar mahasiswa berperilaku baik saat kuliah daring dan sebanyak 73,7% memiliki nilai diatas 60. Temuan terpenting dalam penelitian ini adalah walaupun secara umum mahasiswa cukup mampu mengikuti perkuliahan secara daring akan tetapi sebanyak 86,9% mahasiswa menginginkan kuliah dilakukan secara tatap muka di kelas. Hal ini merupakan mindset yang harus dirubah demi mendukung kebijakan new normal. Saran untuk peneliti berikutnya adalah mencari model pembelajaran daring yang diminati oleh mahasiswa agar mereka berpaling dari pembelajaran tatap muka di kelas.
Copyrights © 2020