Pelaksanaan gerakan literasi di SMK N 1 Surakarta dimulai dengan melakukan koordinasi agar sistem keberjalanan GLS sesuai dengan buku Panduan. Selanjutnya sekolah mempersiapkan faslitas penunjang berupa rak buku, fasilitas internet dan penambahan koleksi buku. Dari 7 kegiatan yang tertulis di Buku Panduan Gerakan Literasi di Sekolah Menengah Kejuruan dan dari hasil koordinasi sistem pelaksanaan GLS, SMK N 1 Surakarta sampai saat ini hanya melaksanakan 3 kegiatan, karena Sekolah masih berada pada tahap pembiasaan, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen sekolah untuk melaksanakan program GLS. Tahap pembiasan dengan kegiatan membaca selama 15 menit sebelum kegiatan belajar pada hari selasa, rabu dan kamis, merupakan bentuk kedisiplinan guru dan siswa dalam melaksanakan gerakan literasiPelaksanaan program tidak lepas dari kendala yang muncul ditengah proses pelaksanaannya, kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan GLS di SMK N 1 Surakarta yaitu guru dan siswa masih ada yang terlambat masuk kelas, ketaatan siswa yang masih rendah dalam melaksanakan program, kurangnya fasilitas sekolah untuk program GLS, dan akses internet terbatas.Cara yang digunakan untuk mengatasi kendala siswa yang terlambat, tidak mengikuti, dan telat dalam mengumppulkan tugas yakni dengan cara pengecekan berkala keadaan dikelas saat pelaksanaan GLS dan sesekali memberikan teguran, pihak sekolah menambah jumlah buku untuk melengkapi koleksi bahan bacaan di perpustakaan, memperbanyak pemasangan titik hotspot agar fasilitas internet memiliki jaringan yang lancar.Melalui pelaksanaan GLS, mampu memberikan kesempatan bagi siswa untuk memperoleh ilmu lain diluar ilmu akademik, sehingga mampu menambah wawasan bagi siswa. Jika dilaksanakan secara berkelanjutan diharapkan mampu meningkatan Sumber Daya Manusia yang ada.
Copyrights © 2021