Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan)
Vol. 2 No. 1 (2014)

KEANEKARAGAMAN JAMUR ENDOFIT AKAR KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir.) PADA LAHAN PERTANIAN ORGANIK DAN KONVENSIONAL

Rezyta Tri Yuli Hapsari (Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya)
Syamsuddin Djauhari (Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya)
Abdul Cholil (Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya)



Article Info

Publish Date
27 Feb 2014

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keanekaragaman jamur endofit akar kangkung darat (Ipomoea reptans Poir.) yang dibudidayakan dengan sistem pertanian organik dan konvensional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Agustus 2013. Pengambilan contoh akar kangkung darat pada lahan pertanian organik dan konvensional di Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Malang. Isolasi jamur endofit akar kangkung darat dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tanaman bagian Mikologi, Jurusan HPT FP-UB, Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode eksplorasi dan komparasi antara lahan pertanian organik dengan konvensional. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa jamur endofit yang ditemukan pada akar kangkung darat dari lahan pertanian organik (45 isolat) lebih banyak daripada lahan konvensional (41 isolat). Jamur endofit yang diperoleh dari lahan pertanian organik dan konvensional sebanyak 18 genus antara lain Acremonium sp., Aspergillus sp., Bo-tryotrichum sp., Botrytis sp., Cephalosporium sp., Colletotrichum sp., Curvularia sp., Cylindrocephalum sp., Fusarium sp., Helicosporium sp., Hyalodendron sp., Mastigosporium sp., Mycotypha sp., Nigrospora sp., Paecilomyces sp., Passalora sp., Torula sp., Trichoderma sp. Nilai indeks keanekaragaman jamur endofit akar kangkung darat pada lahan pertanian organik (3,807) dan konvensional (3,122) yang termasuk dalam kriteria keanekaragaman tinggi. Indeks keseragaman jamur endofit akar pada lahan pertanian organik (1,089) dan konvensional (0,947) termasuk dalam keseragaman tinggi. Nilai indeks dominansi jamur endofit akar pada lahan pertanian organik dan konvensional < 0,5 sebesar 0,044 dan 0,055 termasuk dalam kriteria rendah. Genus jamur endofit dominan yang terletak pada lahan pertanian organik dan lahan konvensional yaitu genus Fusarium sp. dan Cephalosporium sp. Kata kunci:    Keanekaragaman, jamur endofit, akar, kangkung darat, pertanian organik  

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

jhpt

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan (Jurnal HPT) memuat naskah artikel yang berkaitan dengan hama dan penyakit tumbuhan, termasuk karakterisasi, deteksi, identifikasi, fisiologi, biokimia, ekologi, epidemiologi, biologi molekuler hama dan patogen tumbuhan, serta pengendaliannya secara kimia dan ...