Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan)
Vol. 2 No. 2 (2014)

PENGARUH KONSENTRASI KAOLIN TERHADAP EFEKTIVITAS SlNPV DALAM MENGENDALIKAN LARVA Crocidolomia binotalis Zell. PADA TANAMAN KUBIS (Brassica oleracea vas capitata L.)

Ulil Azmi (Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya)
Tutung Hadiastono (Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya)
Mintarto Martosudiro (Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya)
Bedjo Bedjo (2Balai Penelitian Aneka Tanaman Kacang dan Umbi (Balitkabi)



Article Info

Publish Date
28 Aug 2014

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kaolin untuk melindungi efektivitas SlNPV dari paparan sinar UV untuk mengendalikan larva C. binotalis. Penelitian dilaksanakan di Balai Penelitian Aneka Tanaman Kacang dan Umbi (Balitkabi) Malang pada bulan Februari hingga Mei 2014. Rancangan penelitian yang digunakan adalah  Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diujikan yaitu SlNPV yang ditambah kaolin dengan konsentrasi 0%, 1%, 4%, 7%, dan kontrol (tanpa SlNPV dan kaolin). Konsentrasi isolat SlNPV JTM 97c yang digunakan yaitu 4,2 x 1012 PIB/ml. Parameter pengamatan meliputi stop feeding dan mortalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larva berhenti makan pada pengamatan 8 JSI yaitu pada perlakuan SlNPV + kaolin 7%, tetapi persentase kematian larva menunjukkan hasil yang berpengaruh nyata yaitu antara perlakuan kontrol dengan perlakuan SlNPV + kaolin 4% dan SlNPV + kaolin 7% pada pengamatan 168 JSI. Penambahan bahan pelindung kaolin sebanyak 4% dan 7% efektif untuk melindungi SlNPV JTM 97c dari inaktivasi akibat pemaparan  sinar UV.   Kata kunci: SlNPV JTM 97c, Kaolin, Crocidolomia binotalis.

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

jhpt

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan (Jurnal HPT) memuat naskah artikel yang berkaitan dengan hama dan penyakit tumbuhan, termasuk karakterisasi, deteksi, identifikasi, fisiologi, biokimia, ekologi, epidemiologi, biologi molekuler hama dan patogen tumbuhan, serta pengendaliannya secara kimia dan ...