ABSTRAKSalah satu penyakit penting yang menyerang pertanaman cabai adalah penyakit antraknosa yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi konsorsium mikroba antagonis yang terdiri dari Bacillus subtillis, Pseudomonas fluorescens, serta Trichoderma harzianum sebagai agens hayati untuk mengendalikan penyakit antraknosa pada cabai merah besar yang disebabkan oleh cendawan C. capsici. Berdasarkan hasil penelitian, pengujian konsorsium mikroba antagonis secara nyata dapat menekan perkembangan jamur C. capsici. Konsorsium mikroba antagonis dengan dosis aplikasi 30 ml/liter memberikan hasil terbaik dalammenekan perkembangan penyakit antraknosa pada buah cabai besar dibandingkan dengan dosis 10 ml/liter dan 20 ml/liter serta isolat mikroba antagonis secara individu. Hasil percobaan pada buah cabai besar di laboratorium dan di lapang menunjukkan perlakuan konsorsium mikroba antagonis dengan dosis 30 ml/l lebih tinggi dalam menekan perkembangan penyakit antraknose dibandingkan perlakuan yang lain kecuali perlakuan fungisida dengan bahan aktif propineb 70%.Kata Kunci : antraknosa, antagonis, mikroba, konsorsium
Copyrights © 2014