Kegiatan berkumpul adalah suatu bentuk perilaku manusia di dalam suatu lingkungan yang identik dengan perilaku sosial yang dihubungkan secara langsung pada suatu susunan tempat duduk dan meja dari suatu ruang publik, jarak antar personal, perilaku nonverbal seperti sudut tubuh, kontak mata, pola duduk, ekspresi muka yang menunjukkan kualitas sosialisasi diantara perseorangan. Penelitian ini akan menjawab permasalahan setting fisik dan interaksi sosial pada warung di Kelurahan Pattingalloang serta elemen-elemen apa saja yang terdapat di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan Peta Perilaku (Behavioral Mapping). Peta perilaku dapat berupa place centered map dan person centered map. Dalam penelitian ini digunakan metode place centered map untuk melihat bagaimana manusia mengatur dirinya dalam suatu lokasi tertentu (Sommer dkk, 1980) dan metode person centered map. Warung-warung di Kelurahan Pattingalloang ini menjadi ruang berkumpul bagi masyarakat. Ruang berkumpul ini termasuk ruang berkumpul informal dengan setting fisik berbentuk linier berupa pemanfaatan lahan rumah dan jalur sirkulasi/gang. Terdapat beberapa elemen yang ditambahkan pada warung guna memperoleh kenyamanan fisik yaitu tambahan atap seng/terpal, meja dagangan, tempat duduk-duduk dan tikar. Ada dua faktor utama yang menyebabkan warung menjadi ruang berkumpul yaitu faktor perilaku sosial masyarakat dan faktor ekonomi.
Copyrights © 2015