Kondisi bencana banjir dan kekeringan akibat krisis global terjadi di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Hal ini disebabkan karena karakteristik daerah yang merupakan rural area, dimana lahan mengalami konversi dari lahan hutan menjadi lahan pertanian dan pemukiman. Kondisi ini menyebabkan air hujan yang jatuh tidak dapat terinfiltrasi ke tanah sehingga meningkatkan debit limpasan air dan mengurangi cadangan air tanah. Oleh karena itu, konsep Water Sensitive Urban Design (WSUD) diterapkan pada lokasi ini agar dapat mengurangi risiko terjadinya bencana air. Salah satu teknologi WSUD yang dapat diterapkan adalah sistem paving block lolos air. Sistem ini dapat membantu peresapan air ke dalam tanah sehingga mengurangi limpasan air yang menyebabkan banjir dan menyimpan air sehingga dapat mengisi cadangan air tanah. Desain direncanakan pada kawasan percontohan Desa Jotangan dan Krikilan Kecamatan Bayat dengan menerapkan sistem perkerasan partial exfiltration. Desain struktur lapisan perkerasan secara berurutan adalah berupa permeable paving block dengan kuat tekan 21,29 MPa setebal 10 cm, bedding layer setebal 6 cm, open graded base setebal 18 cm dan pipa drain dengan kapasitas 3,78 mm/jam. Sistem paving block lolos air di kawasan percontohan WSUD ini dapat menurunkan limpasan air hujan sebesar 62,64%.
Copyrights © 2022