Artikel ini mengkaji tentang implementasi pendidikan nilai dalam tri pusat pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian literatur melalui analisis dokumen berupa studi pustaka. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik library reseacrh, yang kemudian data tersebut dianalisis menggunakan metode deskriptif untuk menelaah isi dari suatu dokumen, buku, tulisan, atau hasil penelitian yang relevan. Adapun kesimpulanya adalah Ki Hajar Dewantara, sebagai tokoh pendidikan atau Bapak Pendidikan Nasional, telah memberikan dasar-dasar pendidikan yang masih up to date hingga kini, melalui konsep tri pusat pendidikan, yaitu alam keluarga, alam perguruan, dan alam pergerakan pemuda, atau yang lebih popular disebut pendidikan keluarga, pendidikan sekolah dan pendidikan masyarakat. Ketiga tri pusat pendidikan ini harus dilakukan secara sinergi dan sejalan, tidak berjalan sendiri-sendiri. Pendidikan nilai dalam keluarga adalah pendidikan yang utama dan pertama bagi anak, karena anak lebih banyak waktu bersama kedua orangtuanya di rumah. Pendidikan dalam kelaurga dibangun dalam suasana yang penuh keakraban, jauh meninggalkan kesan-kesan formal dan pembiasaan-pembiasaan melalui keteladanan. Adapun pendidikan nilai di sekolah lebih banyak diperankan oleh guru, karena guru merupakan suri tauladan bagi siswa-siswinya. Sementara itu pendidikan nilai di masyarakat harus dilakukan dengan prinsip “Neng, Ning, Nung, Nang”. Yaitu adanya ketentraman lahir, ketentraman batin, kebesaran jiwa, dan kemenangan moral
Copyrights © 2022