Penelitian ini dilatar belakangi oleh, masih banyak peserta didik yang kurang bergairah dan tidak semangat dalam belajar. Hal ini dapat dilihat dari sikap peserta didik yang tidak sungguh-sungguh menikmati materi pembelajaran yang disampaikan, berbicara sendiri, bergurau ketika penjelasan yang disampaikan oleh guru, tidak ada yang mengajukan pertanyaan, apalagi menjawab pertanyaan guru. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan motivasi belajar peserta didik tersebut dengan menerapkan 3S. Teknik dalam pengumpulan data peneliti menggunakan hasil observasi. Teknik ini dipandang tepat bagi peneliti, karena yang diteliti adalah motivasi belajar peserta didik. Semua data yang terkumpul kemudian di analisis dengan pendekatan fenomologi dan analisis deskriptif menggunakan logika induksi, deduksi, dan refleksi. Kajian ini menunjukkan bahwa: Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan peningkatan motivasi belajar peserta didik sangat signifikan yakni sudah mencapai 85% ke atas. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sebanyak dua siklus. Setelah dilakukan penelitian tindakan pada siklus 1 yakni dengan hasil observasi, diketahui hasil analisis terjadi peningkatan motivasi belajar peserta didik menjadi 75% atau 15 peserta didik yang sudah muncul dengan kategori baik dan kategori cukup. Setelah dilakukannya tindakan siklus 2, motivasi belajar peserta didik mengalami peningkatan secara signifikan. Yakni perbandingan dari siklus 1 dengan hasil pencapaian 75% atau 15 peserta didik dengan rincian 50% atau 10 peserta didik dengan hasil kategori baik dan 25% atau 5 peserta didik dengan kategori sedang, sedangkan hasil penelitian siklus 2 yakni 90% atau 18 peserta didik mengalami peningkatan motivasi belajar dengan kategori baik. Hal ini membuktikan bahwa peningkatan motivasi belajar hasilnya melebihi indikator ketercapaian yang sudah ditentukan yakni 85%. Maka penelitian ini dihentikan pada siklus 2.
Copyrights © 2020