Hizam Hakimi
SMK Negeri 2 Kerinci

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN SENYUM SAPA SALAM (3S) DALAM UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMK NEGERI 2 KERINCI Hizam Hakimi
EDU RESEARCH Vol 2 No 1 (2020): EDU RESEARCH
Publisher : Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies (IICLS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.832 KB) | DOI: 10.47827/jer.v2i1.39

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh, masih banyak peserta didik yang kurang bergairah dan tidak semangat dalam belajar. Hal ini dapat dilihat dari sikap peserta didik yang tidak sungguh-sungguh menikmati materi pembelajaran yang disampaikan, berbicara sendiri, bergurau ketika penjelasan yang disampaikan oleh guru, tidak ada yang mengajukan pertanyaan, apalagi menjawab pertanyaan guru. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan motivasi belajar peserta didik tersebut dengan menerapkan 3S. Teknik dalam pengumpulan data peneliti menggunakan hasil observasi. Teknik ini dipandang tepat bagi peneliti, karena yang diteliti adalah motivasi belajar peserta didik. Semua data yang terkumpul kemudian di analisis dengan pendekatan fenomologi dan analisis deskriptif menggunakan logika induksi, deduksi, dan refleksi. Kajian ini menunjukkan bahwa: Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan peningkatan motivasi belajar peserta didik sangat signifikan yakni sudah mencapai 85% ke atas. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sebanyak dua siklus. Setelah dilakukan penelitian tindakan pada siklus 1 yakni dengan hasil observasi, diketahui hasil analisis terjadi peningkatan motivasi belajar peserta didik menjadi 75% atau 15 peserta didik yang sudah muncul dengan kategori baik dan kategori cukup. Setelah dilakukannya tindakan siklus 2, motivasi belajar peserta didik mengalami peningkatan secara signifikan. Yakni perbandingan dari siklus 1 dengan hasil pencapaian 75% atau 15 peserta didik dengan rincian 50% atau 10 peserta didik dengan hasil kategori baik dan 25% atau 5 peserta didik dengan kategori sedang, sedangkan hasil penelitian siklus 2 yakni 90% atau 18 peserta didik mengalami peningkatan motivasi belajar dengan kategori baik. Hal ini membuktikan bahwa peningkatan motivasi belajar hasilnya melebihi indikator ketercapaian yang sudah ditentukan yakni 85%. Maka penelitian ini dihentikan pada siklus 2.
PENGARUH MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PAI KELAS XI SMK NEGERI 2 KERINCI Hizam Hakimi
EDU RESEARCH Vol 1 No 1 (2019): EDU RESEARCH
Publisher : Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies (IICLS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.605 KB) | DOI: 10.47827/jer.v1i1.41

Abstract

Berdasarkan pengamatan peneliti di lapangan menunjukkan bahwa masih rendahnya hasil belajar pendidikan agama islam (PAI) di SMK Negeri 2 Kerinci, hal ini dilatarbelakangi oleh kurangnya variasi sumber belajar dan model pembelajaran yang diterapkan oleh guru dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh modul berbasis model problem based learning dalam meningkatkan hasil belajar PAI di SMK Negeri 2 Kerinci. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu menggunakan rangcangan faktorial 2x2. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas XI sebanyak 148 orang. Kelompok sampel diambil secara purposive sampling. Sampel perlakuan dalam penelitian ini adalah 48, setelah dilakukan pembagian kelompok 27% tingkat motivasi belajar tinggi dan 27% tingkat motivasi belajar rendah. Instrument motivasi belajar diukur dengan menggunakan angket dan hasil belajar menggunakan tes soal pilihan ganda. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis varians (ANAVA) dua jalur dan dilanjutkan dengan uji Tuckey. Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa (1) model pembelajaran problem based learning lebih efektif digunakan untuk meningkatkan motivasi bekajar dibandingkan dengan penerapan modul saja, (2) motivasi belajar tinggi lebih efektif dari pada motivasi belajar rendah untuk meningkatkan hasil belajar PAI. (3) terdapat interaksi antara model pembelajaran problem based learning dengan modul untuk meningkatkan hasil belajar PAI, (4) pada tingkat motivasi belajar tinggi, model problem based learning lebih efektif dibandingkan dengan pemakaian modul saja, dan (5) pada tingkat motivasi belajar rendah, dengan pemberian modul saja lebih efektif dibandingkan dengan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan hasil belajar PAI.