Berdasarkan pengamatan peneliti di lapangan menunjukkan bahwa masih rendahnya hasil belajar pendidikan agama islam (PAI) di SMK Negeri 2 Kerinci, hal ini dilatarbelakangi oleh kurangnya variasi sumber belajar dan model pembelajaran yang diterapkan oleh guru dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh modul berbasis model problem based learning dalam meningkatkan hasil belajar PAI di SMK Negeri 2 Kerinci. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu menggunakan rangcangan faktorial 2x2. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas XI sebanyak 148 orang. Kelompok sampel diambil secara purposive sampling. Sampel perlakuan dalam penelitian ini adalah 48, setelah dilakukan pembagian kelompok 27% tingkat motivasi belajar tinggi dan 27% tingkat motivasi belajar rendah. Instrument motivasi belajar diukur dengan menggunakan angket dan hasil belajar menggunakan tes soal pilihan ganda. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis varians (ANAVA) dua jalur dan dilanjutkan dengan uji Tuckey. Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa (1) model pembelajaran problem based learning lebih efektif digunakan untuk meningkatkan motivasi bekajar dibandingkan dengan penerapan modul saja, (2) motivasi belajar tinggi lebih efektif dari pada motivasi belajar rendah untuk meningkatkan hasil belajar PAI. (3) terdapat interaksi antara model pembelajaran problem based learning dengan modul untuk meningkatkan hasil belajar PAI, (4) pada tingkat motivasi belajar tinggi, model problem based learning lebih efektif dibandingkan dengan pemakaian modul saja, dan (5) pada tingkat motivasi belajar rendah, dengan pemberian modul saja lebih efektif dibandingkan dengan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan hasil belajar PAI.
Copyrights © 2019