Kehadiran orang tua berperan besar bagi kesejahteraan psikologis anak, khususnya remaja. Namun realitanya ada sebagian remaja yang tidak mendapatkan bimbingan dan afeksi orang tuanya, yaitu remaja di panti asuhan. Kesejahteraan psikologis dipengaruhi beberapa faktor, seperti kepribadian dan psikososial. Faktor kepribadian misalnya adalah internal locus of control, sedangkan faktor psikososial adalah spiritualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara internal locus of control dan spiritualitas dengan kesejahteraan psikologis pada remaja yang tinggal di panti asuhan. Pengambilan sampel menggunakan teknik studi populasi dengan jumlah 75 remaja. Pengumpulan data menggunakan skala kesejahteraan psikologis (28 aitem, α = 0,881), skala internal locus of control (22 aitem, α = 0,856), dan skala spiritualitas (26 aitem, α = 0,905). Hasil regresi berganda menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara internal locus of control dan spiritualitas dengan kesejahteraan psikologis (Ryx1x2 = 0,790; p < 0,05. Analisis regresi sederhana pertama menunjukkan terdapat hubungan antara internal locus of control dengan kesejahteraan psikologis (rx1y = 0,466; p < 0,05). Analisis regresi sederhana kedua menunjukkan terdapat hubungan antara spiritualitas dengan kesejahteraan psikologis (rx2y = 0,490; p < 0,05). Artinya semakin tinggi internal locus of control dan spiritualitas yang dimiliki seseorang, maka semakin tinggi kesejahteraan psikologisnya, begitu pula sebaliknya. Besar sumbangan efektif spiritualitas lebih besar terhadap kesejahteraan psikologis dengan memberikan sumbangan sebesar 32,5%, dibandingkan internal locus of control yaitu sebesar 30%.
Copyrights © 2021