Distribusi
Vol. 10 No. 2 (2022): Distribusi, September 2022

STUDI KOMPARASI BANK UMUM SYARIAH BUMN SEBELUM DAN SETELAH MERGER MENJADI BANK SYARIAH INDONESIA (BSI) DARI PERSPEKTIF PEMBIAYAAN PADA ERA COVID-19

Khavid Normasyhuri (UIN Raden Intan Lampung)
Anas Malik (UIN Raden Intan Lampung)
Amin Fathurrizqi Azis (UIN Raden Intan Lampung)



Article Info

Publish Date
29 Sep 2022

Abstract

Covid-19 menyebabkan guncangan yang extra dahsyat dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Pada sisi kesehatan menyebabkan kasus kematian yang tinggi sedangkan pada sisi ekonomi menyebabkan fluktuasi berbagai sektor tidak terkecuali bank syariah. Bank syariah di hadapi dengan tantangan dari aspek laba bersih dimana laba menjadi indikator penting dan point utama dalam melihat kinerja dari manajemen bank. Laba bersih yang di peroleh bank syariah merupakan hasil dari pembiayaan yang di salurkan.Bank Syariah yang di miliki oleh BUMN tediri dari BRI Syariah, BNI Syariah dan Bank Syariah Mandiri secara resmi melakukan merger menjadi BSI di mulai sejak Februari 2021. Hal ini menjadi tantangan bank syariah terlebih merger di lakukan di tengah-tengah kondisi yang tidak stabil dan tidak menentu di era covid - 19 sehingga menimbulkan banyak risiko baik risiko operasional maupun risiko pembiayaan. Tujuan dalam penelitian ini untuk melihat perbandingan bank syariah BUMN apakah terjadi perbedaan peningkatan dari laba bersih dari aspek pembiayaan mudharabah, pembiayaan musyarakah dan pembiayaan ijarah sebelum dan setelah merger menjadi BSI pada era covid - 19. Dalam pelaksanaan penelitian yang di lakukan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan yang di lakukan  komparatif. Alat uji yang di gunakan SPSS V. 21 dengan uji yang di lakukan yaitu paired test dan serta menggunakan uji koefisien determinasi. Fakta yang di temukan dari hasil penelitian bahwa terdapat peningkatan laba bersih pada bank syariah BUMN tediri dari BRI Syariah, BNI Syariah dan Bank Syariah Mandiri sebelum dan setelah merger menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan kontribusi pembiayaan mudharabah, pembiayaan musyarakah dan pembiayaan ijarah sebesar 30%. Dengan pelaksaan merger yang di laksanakan pada bank syariah BUMN dan berubah menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) akan mendorong lebih kuat perbankan syariah dalam berdaya saing dan digitalisasi serta dengan terbentuknya bank syariah menjadi BSI semakin memperkuat internal yang menciptakan sumber daya insani yang memiliki kompetensi serta tentunya yang lebih berkualitas dan optimal dan tidak hanya itu saja membuat jaringan operasional Bank Syariah Indonesia (BSI) semakin banyak.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

distribusi

Publisher

Subject

Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Industrial & Manufacturing Engineering Other

Description

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya terus melakukan peningkatan pelayanan kepada pelanggan dengan melakukan pemasangan baru sesuai dengan waktu yang ditargetkan. Kecepatan pemasangan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi pelayanan dan persepsi pelanggan terhadap perusahaan. PT ...