Keadaan dunia tidak sama lagi seperti sebelum munculnya pandemi Covid-19. Virus yang begitu cepat penyebarannya dan dapat menyebabkan kematian pada manusia menjadi momok yang menakutkan bagi seisi dunia, yang akhirnya membuat seluruh dunia harus melakukan pembatasan pergerakan sosial secara massal untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Hal ini akhirnya memberi dampak yang kurang baik bagi gereja dan pelayanannya. Gereja harus ditutup dan pemerintah menganjurkan untuk beribadah di rumah saja. Beberapa waktu kemudian setelah ditemukannya vaksin pencegahan Covid-19 ini, akhirnya gereja diperbolehkan dibuka kembali untuk umat Tuhan bisa beribadah kembali di gereja. Namun di dalam masa pandemi ini, pelaksanaan kegiatan ibadah raya di gereja telah mengalami perubahan-perubahan yang signifikan dalam pola pelayanan ibadah raya tersebut. Berdasarkan hal itu, kemudian dilakukanlah penelitian ini dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka untuk mengkaji, memaparkan secara empiris dan teologis mengenai pergeseran nilai dalam pola pelayanan ibadah raya di gereja, yang terjadi akibat dampak pandemi covid-19. Sumber data diperoleh dari observasi di lapangan, di mana penulis bertindak sebagai observasi partisipan. Data sekunder bersumber dari Alkitab, buku referensi dan jurnal ilmiah. Data yang diperoleh dideskripsikan, kemudian di-display, lalu membuat kesimpulan. Hasil yang diperoleh adalah pola pelayanan di ibadah raya telah mengalami perubahan yang signifikan, dari persiapan ibadah, pelaksanaan ibadah, bahkan sampai selesainya ibadah raya, pola pelayanannya telah mengalami pergeseran nilai akibat pandemi Covid-19.
Copyrights © 2022