Toisuta, Jakson Sespa
Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Peran Dosen Mengatasi Permasalahan Pembelajaran Online Pada Masa Pandemi Covid-19 Jakson Sespa Toisuta
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 4, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v4i1.178

Abstract

Seluruh dunia tergoncang akibat munculnya pandemi Covid-19. Tidak terkecuali dunia pendidikan. Sekolah dan kampus akhirnya ditutup dan diharuskan belajar dari rumah secara online sebagai salah satu cara memutus rantai penyebaran Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dosen dalam mengatasi permasalahan pembelajaran jarak jauh secara online terhadap mahasiswa di Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar pada masa pandemi Covid-19. Metode penelitian, deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan wawancara, observasi dan analisis dokumentasi. Responden sebanyak 8 orang dosen, data wawancara di transkrip secara verbatim kemudian dianalisa dan disimpulkan. Hasil penelitian didapatkan tiga tema, yaitu: Pertama; ditetapkan platform WhatsApp Grup sebagai media utama yang digunakan dalam proses belajar online, karena dianggap lebih sederhana, efisien dan hemat biaya bagi mahasiswa yang mayoritas di daerah yang sulit terjangkau signal internet. Kedua; beberapa dosen siap membantu mahasiswa dengan menyalurkan dana dalam jumlah tertentu untuk memenuhi kebutuhan kuota internet mahasiswa, memberikan pendampingan motivasi belajar dengan terus membangun komunikasi yang bersahabat dengan mahasiswa melalui whatsapp group diluar jam perkuliahan. Ketiga; harapan dari dosen kepada mahasiswa adalah mahasiswa bisa membangun konsep belajar mandiri (Self Regulated Learning) untuk mengembangkan pengetahuan, karakter dan kerohaniannya (aspek kognitif, afektif dan psikomotorik) sekalipun jauh dari kontrol dan pengawasan dosen secara langsung.
Pergeseran Nilai dalam Pola Pelayanan Ibadah Raya di Gereja Akibat Pandemi Covid-19 Jakson Sespa Toisuta
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i1.109

Abstract

Keadaan dunia tidak sama lagi seperti sebelum munculnya pandemi Covid-19. Virus yang begitu cepat penyebarannya dan dapat menyebabkan kematian pada manusia menjadi momok yang menakutkan bagi seisi dunia, yang akhirnya membuat seluruh dunia harus melakukan pembatasan pergerakan sosial secara massal untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Hal ini akhirnya memberi dampak yang kurang baik bagi gereja dan pelayanannya. Gereja harus ditutup dan pemerintah menganjurkan untuk beribadah di rumah saja. Beberapa waktu kemudian setelah ditemukannya vaksin pencegahan Covid-19 ini, akhirnya gereja diperbolehkan dibuka kembali untuk umat Tuhan bisa beribadah kembali di gereja. Namun di dalam masa pandemi ini, pelaksanaan kegiatan ibadah raya di gereja telah mengalami perubahan-perubahan yang signifikan dalam pola pelayanan ibadah raya tersebut. Berdasarkan hal itu, kemudian dilakukanlah penelitian  ini  dengan menggunakan  metode  kualitatif deskriptif dengan  pendekatan studi  pustaka untuk mengkaji, memaparkan secara empiris dan teologis mengenai pergeseran nilai dalam pola pelayanan ibadah raya di gereja, yang terjadi akibat dampak pandemi covid-19. Sumber data diperoleh dari observasi di lapangan, di mana penulis bertindak sebagai observasi partisipan. Data sekunder bersumber dari Alkitab, buku referensi dan jurnal ilmiah. Data yang diperoleh dideskripsikan, kemudian di-display, lalu membuat kesimpulan. Hasil yang diperoleh adalah pola pelayanan di ibadah raya telah mengalami perubahan yang signifikan, dari persiapan ibadah, pelaksanaan ibadah, bahkan sampai selesainya ibadah raya, pola pelayanannya telah mengalami pergeseran nilai akibat pandemi Covid-19.
Pergeseran Nilai dalam Pola Pelayanan Ibadah Raya di Gereja Akibat Pandemi Covid-19 Jakson Sespa Toisuta
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i1.109

Abstract

Keadaan dunia tidak sama lagi seperti sebelum munculnya pandemi Covid-19. Virus yang begitu cepat penyebarannya dan dapat menyebabkan kematian pada manusia menjadi momok yang menakutkan bagi seisi dunia, yang akhirnya membuat seluruh dunia harus melakukan pembatasan pergerakan sosial secara massal untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Hal ini akhirnya memberi dampak yang kurang baik bagi gereja dan pelayanannya. Gereja harus ditutup dan pemerintah menganjurkan untuk beribadah di rumah saja. Beberapa waktu kemudian setelah ditemukannya vaksin pencegahan Covid-19 ini, akhirnya gereja diperbolehkan dibuka kembali untuk umat Tuhan bisa beribadah kembali di gereja. Namun di dalam masa pandemi ini, pelaksanaan kegiatan ibadah raya di gereja telah mengalami perubahan-perubahan yang signifikan dalam pola pelayanan ibadah raya tersebut. Berdasarkan hal itu, kemudian dilakukanlah penelitian  ini  dengan menggunakan  metode  kualitatif deskriptif dengan  pendekatan studi  pustaka untuk mengkaji, memaparkan secara empiris dan teologis mengenai pergeseran nilai dalam pola pelayanan ibadah raya di gereja, yang terjadi akibat dampak pandemi covid-19. Sumber data diperoleh dari observasi di lapangan, di mana penulis bertindak sebagai observasi partisipan. Data sekunder bersumber dari Alkitab, buku referensi dan jurnal ilmiah. Data yang diperoleh dideskripsikan, kemudian di-display, lalu membuat kesimpulan. Hasil yang diperoleh adalah pola pelayanan di ibadah raya telah mengalami perubahan yang signifikan, dari persiapan ibadah, pelaksanaan ibadah, bahkan sampai selesainya ibadah raya, pola pelayanannya telah mengalami pergeseran nilai akibat pandemi Covid-19.
Pergeseran Nilai dalam Pola Pelayanan Ibadah Raya di Gereja Akibat Pandemi Covid-19 Jakson Sespa Toisuta
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 1 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i1.109

Abstract

Keadaan dunia tidak sama lagi seperti sebelum munculnya pandemi Covid-19. Virus yang begitu cepat penyebarannya dan dapat menyebabkan kematian pada manusia menjadi momok yang menakutkan bagi seisi dunia, yang akhirnya membuat seluruh dunia harus melakukan pembatasan pergerakan sosial secara massal untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Hal ini akhirnya memberi dampak yang kurang baik bagi gereja dan pelayanannya. Gereja harus ditutup dan pemerintah menganjurkan untuk beribadah di rumah saja. Beberapa waktu kemudian setelah ditemukannya vaksin pencegahan Covid-19 ini, akhirnya gereja diperbolehkan dibuka kembali untuk umat Tuhan bisa beribadah kembali di gereja. Namun di dalam masa pandemi ini, pelaksanaan kegiatan ibadah raya di gereja telah mengalami perubahan-perubahan yang signifikan dalam pola pelayanan ibadah raya tersebut. Berdasarkan hal itu, kemudian dilakukanlah penelitian  ini  dengan menggunakan  metode  kualitatif deskriptif dengan  pendekatan studi  pustaka untuk mengkaji, memaparkan secara empiris dan teologis mengenai pergeseran nilai dalam pola pelayanan ibadah raya di gereja, yang terjadi akibat dampak pandemi covid-19. Sumber data diperoleh dari observasi di lapangan, di mana penulis bertindak sebagai observasi partisipan. Data sekunder bersumber dari Alkitab, buku referensi dan jurnal ilmiah. Data yang diperoleh dideskripsikan, kemudian di-display, lalu membuat kesimpulan. Hasil yang diperoleh adalah pola pelayanan di ibadah raya telah mengalami perubahan yang signifikan, dari persiapan ibadah, pelaksanaan ibadah, bahkan sampai selesainya ibadah raya, pola pelayanannya telah mengalami pergeseran nilai akibat pandemi Covid-19.
Kajian Teologis Terhadap Kepemimpinan Perempuan Menurut Kitab Ester di Jemaat GBI Visi Pemulihan Nanggala Toraja Ruth Ester Maevi Matta; Jakson Sespa Toisuta
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v3i1.50

Abstract

Abstrak: Kepemimpinan merupakan suatu hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia, khususnya dalam suatu organisasi atau kelompok masyarakat maupun dalam kehidupan kekristenan, dan sangat dipengaruhi oleh kaum laki-laki. Kepemimpinan merupakan satu komponen yang mengatur kelompok atau organisai untuk mencapai tujuan. Namun saat ini perempuan juga memiliki andil yang besar dalam tugas kepemimpinan dan semakin meningkat dalam semua segi kehidupan, serta memiliki status dan kedudukan yang sama dengan laki-laki dalam hal kepemimpinan. Tujuan dari penelitian ini yaitu agar dapat mengetahui gaya kepemimpinan perempuan lewat kajian teologis menurut kitab Ester dalam membangun jemaat di GBI Visi Pemulihan Nanggala Toraja. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif, dilakukan wawancara untuk memperoleh data dengan responden sebanyak 5 orang Jemaat, kemudian data wawancara di transkip secara verbatim lalu dianalisa dan disimpulkan. Hasil penelitian didapatkan dari kajian teologis kitab Ester terhadap gaya kepemimpinan peremuan di jemaat GBI Visi Pemulihan Nanggala, yaitu : pertama ; memiliki sikap Spiritual untuk membangun iman jemaat. Kedua ; memiliki visi pembaharuan dalam jemaat. Ketiga ; memiliki karakter, berani, tegas dan memiliki kepedulian. Kata Kunci : Kepemimpinan; Kedudukan Perempuan; Pertumbuhan Jemaat
Media Sosial Dan Perdebatan Politik: Upaya Gereja Mereduksi Konflik Pemilu di Era Digital Dalam Bingkai Etis Teologis Yonatan Alex Arifianto; Jakson Sespa Toisuta
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 2 (2023): November 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v3i2.59

Abstract

This article aims to describe the important role of the church in theological ethics to deal with political conflicts that arise on social media during the election period in the digital era. Monitored debates on digital social media platforms create increasing political tensions and can trigger horizontal conflicts. The church therefore has the potential to play an important role in mitigating conflict and representing a more ethical dialogue. By using a theological ethical foundation, the church can provide a foundation and guide for values, reasoning and morals that are relevant to Christianity. Using descriptive qualitative methods with a literature study approach, it can be concluded that social media and political debate are the church's efforts to reduce election conflict in the digital era from an ethical and theological perspective. Firstly, Christianity can understand the importance of the nature of social media in politics and democratic parties so that with a theoretical study of the church and elections can foster theological ethical attitudes in the context of political debates where the church has a role in reducing election conflicts in the digital era.Keywords: Social Media; Political Debate; Reducing Conflict; Election; Digital era; Theological Ethical AbstrakArtikel ini bertujuan pentingnya peran gereja dalam etika teologis untuk menghadapi konflik politik yang muncul di media sosial selama masa pemilu di era digital. Perdebatan dalam platform digital media sosial yang terpantau membuat ketegangan politik yang semakin meningkat dan bisa memicu konflik horizontal. Dan tentunya gereja memiliki potensi untuk memainkan peran penting dalam meredakan konflik dan merepresentasikan dialog yang lebih etis. Dengan menggunakan landasan etika teologis, gereja dapat memberikan landasan dan panduan dari nilai dan nalar serta moral yang relevan bagi kekristenan. Menggunkan metode kualitatif deskritif dengan pendektan studi literature maka dapat disimpulkan bahwa media sosial dan perdebatan politik: upaya gereja mereduksi konflik pemilu di era digital dalam bingkai etis teologis, pertama kekristenan dapat memahami pentingnya hakikat media sosial dalam politik dan pesta demokrasi sehingga dengan  kajian teortik gereja dan pemilu dapat menumbuhkan sikap etika teologis dalam konteks perdebatan politik yang mana gereja memiliki peran gereja dalam mereduksi konflik pemilu di era digital.
Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Untuk Membentuk Mentalitas Siswa Menghadapi Tindakan Perundungan (Bullying) Dalam Pergaulan Honya, Rizal; Toisuta, Jakson Sespa
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 4, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v4i1.79

Abstract

Abstract: These days there are increasing cases of bullying that occur among school students. As a result of bullying, students who becomevictims experience verbal and physical violence. The worts consequence is that there are students who end their lives by committing suicide because of shame and severe depression. Based on this phenomenon, this research aims to provide a theoretical contribution to understanding wich is studied based on the values of Biblical truth assimilated with science in general, regardinghow Christian Religious Educatin teachers in schools should carry out their role in cultivating and improving the mental strength of student when facing bullying in social situations. The research method used is descriptive qualitative with a literature study approach (library research). Researchers collect data in the form of theories related to research topics sourced from scientific journal articles, book and the Bible. The data obtained was then collected and mixed ideas and data elaboration were carried out, discussions were carried out and conclusions were drawn to answer the research problem. The results of the research are that a Christian Religious Education teacher must carry out his duties and responsibilities by implementing his role not only as a teacher, but also must act as a motivator, facilitator, counselor, inspirer and mentor for students guided by Biblical truth to grow and improve the student’s mentality when experiencing social bullying.Key words: bullying; Christian Religious Educatin; Christian Religious Education teacher, student’s mentality;  Abstrak: Hari-hari ini sedang maraknya kasus perundungan (bullying) yang terjadi dalam pergaulan siswa sekolah. Akibat perundungan, siswa yang menjadi korban mengalami kekerasan secara verbal maupun tindakan fisik. Akibat paling buruknya adalah, ada siswa yang sampai mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri karena malu dan depresi berat. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini hadir dengan tujuan untuk memberikan sumbangsih pemahaman secara teoritis yang dikaji berlandaskan nilai-nilai kebenaran Alkitab yang diasimilasikan dengan ilmu pengetahuan secara umum, tentang bagaimana seharusnya guru Pendidikan Agama Kristen di sekolah melaksanakan perannya dalam menumbuhkan dan meningkatkan kekuatan mentalitas siswa ketika menghadapi tindakan perundungan dalam pergaulan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur (library research). Peneliti mengumpulkan data berupa teori yang berhubungan dengan topik penelitian yang bersumber dari artikel jurnal ilmiah, buku, dan Alkitab. Data yang diperoleh kemudian dikumpulkan dan dilakukan mixing ide serta elaborasi data, dilakukan pembahasan dan penarikan kesimpulan untuk menjawab masalah penelitian. Hasil penelitian adalah bahwasanya seorang guru Pendidikan Agama Kristen harus melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan mengimplementasikan perannya yang tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga harus berperan sebagai motifator, fasilitator, konselor, inspirator dan mentor bagi siswa dengan berpedoman kepada kebenaran Alkitab untuk menumbuhkan dan meningkatkan mentalitas siswa saat mengalami perundungan dalam pergaulan.   Kata Kunci : guru PAK; mentalitas siswa; pendidikan agama Kristen; perundungan
Strategi Untuk Meningkatkan Kualitas Pemimpin Pujian Di Jemaat Gereja Bethany Palopo, Sulawesi Selatan Toisuta, Jakson Sespa; Alam, Alam
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v5i1.110

Abstract

AbstractThis study aims to identify and formulate effective strategies in improving the quality of worship leaders in the Bethany Palopo Church Congregation, South Sulawesi. The quality of the praise leader has an important role in building an atmosphere of worship that supports the spiritual growth of the congregation. The research approach used is qualitative descriptive with a case study method. Data was collected through in-depth interviews, direct observations, and documentation of worship leaders, congregation pastors, and members of the music and praise teams. The results of the study show that the main challenges faced are the lack of continuous training, the lack of a theological understanding of praise and worship, and limitations in the technical and leadership aspects. The proposed strategy includes regular spiritual and musical-based training, mentoring by senior leaders, development of an internal training curriculum, as well as periodic evaluations of the performance and spiritual growth of the praise leader. The implications of this research are expected to be the basis for the development of a more structured and sustainable coaching program, in order to create praise leaders who are not only technically competent, but also have high spiritual maturity and integrity.Keywords: Bethany Church; improvement strategies; leadership qualities ; worship; worship leader; spiritual training. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merumuskan strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas pemimpin pujian di Jemaat Gereja Bethany Palopo, Sulawesi Selatan. Kualitas pemimpin pujian memiliki peran penting dalam membangun atmosfer ibadah yang mendukung pertumbuhan rohani jemaat. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi terhadap para pemimpin pujian, gembala jemaat, serta anggota tim musik dan pujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya pelatihan berkelanjutan, minimnya pemahaman teologis tentang pujian dan penyembahan, serta keterbatasan dalam aspek teknis dan kepemimpinan. Strategi yang diusulkan mencakup pelatihan rutin berbasis spiritual dan musikal, mentoring oleh pemimpin senior, pengembangan kurikulum pelatihan internal, serta evaluasi berkala terhadap kinerja dan pertumbuhan rohani pemimpin pujian. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan program pembinaan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, guna menciptakan pemimpin pujian yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kedewasaan rohani dan integritas yang tinggi.Kata kunci: ibadah; Gereja Bethany; kualitas kepemimpinan; pemimpin pujian; pelatihan rohani.strategi peningkatan.
Peluang Dan Tantangan Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Menghadapi Era Digitalisasi Dan Kecerdasan Buatan Toisuta, Jakson Sespa; Pheanto, Yuli; Paruba, Natalia Saul
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 2 (2025): November 2025 (On Progres...)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v5i2.162

Abstract

Era digital dan kemajuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK). Guru PAK dituntut untuk mampu mengintegrasikan teknologi tanpa kehilangan fungsi utama sebagai pembimbing iman dan pembentuk karakter Kristiani. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis peluang serta tantangan yang dihadapi oleh guru PAK dalam konteks digitalisasi pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (library research), yang menganalisis berbagai sumber ilmiah seperti artikel jurnal, buku referensi, dan publikasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa era digital membuka peluang besar bagi guru PAK, seperti akses terhadap sumber ajar digital, media pembelajaran interaktif, serta penggunaan AI dalam penguatan proses belajar. Namun demikian, guru PAK juga menghadapi tantangan serius, seperti keterbatasan literasi digital, tantangan pedagogis, hingga risiko degradasi relasi spiritual. Oleh karena itu, diperlukan strategi adaptasi yang mencakup peningkatan kompetensi digital, penguatan spiritualitas, pengembangan kurikulum kontekstual, dan pembangunan komunitas profesional guru. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas guru secara holistik agar Pendidikan Agama Kristen tetap relevan dan transformatif di tengah arus digitalisasi.Kata Kunci: Pendidikan Agama Kristen, Guru PAK, Era Digital, Kecerdasan Buatan, Literasi Digital, Strategi Adaptasi