Qiyas: Jurnal Hukum Islam dan Peradilan
Vol 7, No 1 (2022): APRIL

STATUS TALAK (TELAAH HUKUM ISLAM DAN HUKUM NASIONAL)

Khoiri Khoiri (Dosen Hukum Acara Peradilan Agama STAIN Bengkalis Jalan Lembaga, Bengkalis.)



Article Info

Publish Date
12 Apr 2022

Abstract

ABSRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui status talak menurut fikih dan ketentuan hukum nasional dan bagaimana cara mengharmonisasikan antara ketentuan fikih dan hukum nasional. Adapun hasil penelitian ini adalah secara aturan hukum Islam dan fikih dijelaskan bahwa selama rukun dan syarat perceraian terpenuhi, dimanapun dan kapanpun ketika suami mengucapakan talak maka cerai tersebut jatuh dan sah. Namun dalam aturan hukum nasional sebagaimana disebutkan dalam pasal 38 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 dan pasal 115 Kompilasi Hukum Islam yang intinya perceraian itu dianggap sah dan jatuh jika diucapkan di depan sidang pengadilan. Maka untuk kehati-hatian agar aturan agama tidak dilanggar, hakim harus menggali dalam fakta-fakta di persidangan sudah berapa kali sang suami pernah mengucapkan talak. Jika sang suami pernah mengucapkan talak satu maka putusannya adalah memberikan izin menjatuhkan talak raji’, jika talak dua maka putusannya memberikan izin menjatuhkan talak bain kubra dan jika talak tiga maka putusannya memberikan izin menjatuhkan talak bain kubra. Seperti itu nampaknya solusi terbaik agar aturan agama tidak bertentangan dengan atura nasional.Kata Kunci: Status Talak, Hukum Islam dan Hukum Nasional ABSRACTThis study aims to determine the status of talak according to fiqh and the provisions of national law and how to harmonize the provisions of fiqh and national law. As for the results of this research are that according to the rules of Islamic law and jurisprudence, it is explained that as long as the terms and conditions of divorce are met, wherever and whenever the husband says divorce, the divorce falls and is legal. However, in the national law as stated in article 38 paragrafh (1) of law number 1 of 1974 and article 115 of the Compilation of Islamic Law, the point is that divorce is considered valid and falls if it is pronounced in front of a court session. So to be careful so that religious rules are not violated, the judge must dig into the facts in court how many times the husband had pronounced divorce. If the husband has ever said divorce one then the verdict is to give permission to drop talak raji ', if talaq is two then the verdict gives permission to drop talak bain kubra and if divorce is three then the verdict gives permission to drop talak bain kubra. Like that, it seems the best solution so that religious regulations do not conflict with national rules.Keywords: Divorce Status, Islamic Law and National Law

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

QIYAS

Publisher

Subject

Religion Humanities Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Qiyas Journal of Islamic Law and Justice is a scientific journal managed by a team of professionals and experts in their fields. The journal Qiyas Islamic Law and Justice posted various writings both from professionals, researchers, academics and the public. Every writing that apply to the ...