Al-Qur’an telah menjelaskan bahwa hidup diwarnai dengan ujian. Ujian dibahasakan menggunakan lafazh Al-Bala’. Ujian bisa berbentuk kebaikan dan keburukan. Namun seringkali dalam kebudayaan sosial bangsa Indonesia diartikan sebagai sesuatu yang berkonotasi negatif. Karenanya penulis akan mengkaji makna Al-Bala’’, serta memaparkan kelebihan dan kekurangan dari kitab tafsir Al-Mishbah. Dalam Bahasa Arab Al-Bala’’ bermakna Al-Ikhtibar, juga berarti ujian dan petaka (Al-Ihtibaru wa Al-Imtihanu), Al-Bala’’ terkandang bermakna kegembiraan agar seseorang semakin bertambah syukur kepada Allah juga bermakna kesusahan agar seseorang bisa makin bersabar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna Al-Bala’ dalam Tafsîr Al-Mishbâh. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode tematik (maudhu’i. Adapun sumber primer yang digunakan, yaitu kitab Tafsîr Al-Mishbâh dan buku-buku yang terkait dengan tema Al-Bala’’. Hasil penelitian ini, menjelaskan bahwa lafazh Al-Bala bermakna ujian yang mencakup kebaikan dan keburukan. Adapun kelebihan dari kitab tafsir Al-Mishbah antara lain menggunakan bahasa Indonesia yang dapat memudahkan para pembaca, Tafsir Al-Mishbah termasuk tafsir kontemporer penyempurna tafsir-tafsir nusantara sebelumnya, Sumber-sumbernya menggunakan Tafsir bil Ma’tsur dan bi Ar-Ra’yi, selalu konsisten dalam mengurai kalimat-kalimat dalam setiap ayat Al-Quran, penggunaan rujukan yang beragam sehingga mudah untuk dipahami berbagai kalangan. Adapun kekurangannya adalah penafsirannya menggunakan bahasa Indonesia yang menunjukkan tafsir-tafsir tersebut bersifat lokal, juga lebih didominasi bil ra’yi. M. Quraish Shihab juga terkadang seringkali menukil pendapat ilmuan-ilmuan, Orientalis, Filsuf Barat, juga kitab perjanjian lama dan baru dan Mufassir Syi’ah, penukilan hadits yang dilakukan tidak berpedoman pada ketentuan yang tetapkan para oleh ulama hadits, seringkali penafsirannya mengalami pengulangan-pengulangan yang dapat menimbulkan kejenuhan. Peneliti berharap kepada peneliti selanjutnya untuk bisa mengkaji tema Al- Bala’’ ini dalam tafsir Al-Mishbah dengan lebih luas dan mencantumkan ayat-ayat sekaligus derivasi-nya dari Al-Qur’an agar lebih mudah dipahami dan bermanfaat bagi yang lain.
Copyrights © 2022