Mentadabburi Al-Quran adalah salah satu kewajiban kita terhadap Al-Quran. Salah satu aspek tadabbur adalah ayat-ayat kauniah yang ada di jagat raya, diantaranya mengenai ayat-ayat binatang. Dalam Al-Quran beberapa binatang tersebutkan sebagai sarana perumpamaan (amtsal). Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan, dengan pendekatan metode maudhu’i (tematik) tentang matsal binatang-binatang dalam kitab Tafsir Taisîr Al-Karîm Ar-Rahmân fî Tafsîr Kalâm Al-Manân karya Abdurrohman As Sa’di, dan apa nilai-nilai hikmah yang terkandung di dalamnya. Dalam penelitian ini didapatkan pada surat Al-Baqoroh 26 bahwa Allah tidak segan membuat perumpamaan sekalipun dengan hal-hal yang dianggap remeh atau lebih dari itu misalnya terhadap seekor nyamuk. Al-Baqoroh 65, Al-Maidah 60, Al-A’rof 163, ketiga ayat ini berkaitan dalam menjelaskan kisah kaum sabat yang diazab menjadi kera karena durhaka dengan ketentuan Allah. Al-A'rof 176 manusia yang cenderung kepada dunia dan hawa nafsunya setelah diberikan nikmat ayat-ayat Allah diperumpamakan dengan anjing yang jika dihalau atau dibiarkan tetap menjulurkan lidahnya. Jum'ah 5 berisi perumpamaan ahlu kitab yang tidak menyampaikan isinya kepada ummatnya adalah seperti keledai yang membawa kitab di atas punggungnya. Al-Ankabut 41 menjelaskan tentang lemahnya hamba yang bersandar kepada selain Allah seperti lemahnya sarang laba-laba. Al-Muddatsir 49-51 membahas perumpamaan orang kafir yang berpaling dari Allah seperti larinya keledai dari kejaran pemburu.
Copyrights © 2020