Buletin Psikologi
Vol 22, No 1 (2014)

Trauma Experience, Identity, and Narratives

Aloysius Soesilo (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Jun 2014

Abstract

Peristiwa kekerasan dan mengerikan seperti konflik berdarah dan pembunuhan merupakan suaturealitas yang meninggalkan dampak permanen pada korban. Individu yang mengalami traumaakan terus menerus bergumul dengan makna kejadian yang telah dialami bahkan sesudah peristiwatrauma itu sendiri berlalu. Elemen kritikal bagi individu yang mengalami trauma adalah asesmensubyektif mengenai bagaimana mereka merasa terancam dan tak berdaya. Studi tentang traumasosial-psikologi menghadapkan kita pada kondisi mengenai kodrat manusia baik dari sisi terbaikmaupun terburuk.Makalah ini dimulai dengan bahasan mengenai apa yang menjadikan traumadan bagaimana trauma berpengaruh atas hidup individu yang mengalaminya. Sebagai fenomenyang berkaitan erat dengan stres, maka akan bermanfaat bila dampak trauma dipertimbangkan dariaspek diri (self), yang mana konsep self ini sendiri merupakan seperangkat faktor yang kompleks.Trauma akan menggoyangkan dan bahkan mengubah komponen struktural dan fungsional dariself. Dihadapkan dengan pengalaman trauma, individu harus memobilisasikan segenap sumber-sumber yang ada dalam diri maupun dalam lingkungannya sebagai jalan koping dengan situasihidupnya. Pembahasan tentang koping akan mencakup konseptualisasi yang lebih luas daripadaapa yang telah diusulkan oleh Lazarus. Perspektif yang lebih luas ini lebih bermanfaat bagi kitakhususnya bila kita mempelajari naratif sebagai upaya oleh individu untuk memahami danmemaknai apa yang telah menimpa diri mereka. Setiap orang memiliki motif untuk menemukanmakna, nilai-nilai (values) dan tujuan hidup, khususnya setelah mereka mengalami peristiwa yangmengancam kehidupan mereka, semua aspek ini muncul dalam naratif.

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

buletinpsikologi

Publisher

Subject

Religion Humanities Neuroscience Public Health Social Sciences

Description

Buletin Psikologi focuses on contextualizing psychological concepts or phenomena within the socio-cultural setting of Indonesia through the use of non-empirical study, such as, literature review, systematic review, scoping review, and meta-analysis. It accepts articles that are based on the thorough ...